Laporan Abiyasa / Pendim 0734/Yka
YOGYAKARTA, Jodanews.com – Kehadiran program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 101 di Kecamatan Umbulharjo Kota Yogyakarta, tidak hanya disambut kebanggaan karena capaian program fisik. Lebih dari itu, program non fisiknya juga direspon positif. Baik satuan pendidikan, masyarakat maupun aparatur Kelurahan. Ini ditandai tingkat partisipasi mereka pada setiap kegiatan yang terus meningkat.
Salah seorang Anggota GP Ansor Kelurahan Pandeyan, Mujihartono menilai program tersebut sangat bagus di tengah degradasi sifat kegotong royongan dan kebersamaan yang dihadapi masyarakat. “Terutama anak muda,” katanya kepada Pendim 0734/Yogyakarta, Minggu (29 /4).
Menurutnya, wawasan kebangsaan yang gencar disosialisasikan Satgas TMMD telah berhasil membangkitkan semangat kebersamaan dan rasa nasionalisme. Apalagi di tengah derasnya informasi dan persoalan sosial yang dihadapi generasi muda, seperti penyalahgunaan narkoba, tramadol dan miras. Sehingga, tak heran saat ini muncul generasi muda yang apriori.
“Kami nilai sangat positif program – program yang telah dilaksanakan Satgas TMMD Kodim jogja, karena membangkitkan semangat kebersamaan. Masyarakat menjadi nyaman karena TNI hadir di tengah kebutuhan dan semangat yang mulai terkikis,” ujarnya.
Namun demikian, harap dia, hubungan dan kerjasama tersebut harusnya terus berlanjut. Salah satunya dengan membentuk jejaring antar masyarakat dengan TNI. Sehingga setiap persoalan yang muncul dapat diakomodir bersama.
Sementara itu Koptu Purwanto anggota Satgas TMMD Reguler 101 Kodim 0734/Yogyakarta mengatakan, “selama Program TMMD pihaknya akan mensosialiasi sikap kegotong royongan dan arti kebersamaan, sebab ini berkaitan dengan persoalan terkini yang dihadapi masyarakat Kampung Gambiran. Satgas TMMD dalam sosialisasinya juga menyisipkan materi tentang bahaya penyalahgunaan Narkoba dan miras.”ungkapnya. (Editror Jon Heri)





