Laporan Hasan Basri
PALEMBANG, Jodanews – Hasil musyawarah wali siswa dan komite terkait uang sumbangan wali siswa kepada sekolah bagi siswa baru di SMK Negeri 2 Unggul Palembang akhirnya menemui titik temu. Hasil forum menutup uang sumbangan turun hingga 60 persen dari sebelumnya.Forum menelurkan keputusan uang sumbangan hanya diangka Rp2juta. Pasalnya, kebijakan sebelumnya uang sumbangan sempat mencapai Rp5 juta.
“Ya semua sudah berdasarkan hasil musyawarah. Sumbangan Rp5 juta itu kan berdasarkan anggaran yang kita ajukan untuk program unggulan kita kedepan,” ujar Plt Kepala SMK Negeri III Unggul Sumsel H Zulkarnain MT.
Artinya sambung Zulkarnain jika sumbangan turun maka ada beberapa program yang kami anggarkan banyak yang dipangkas sehingga semua tak bisa direalisasikan. Dirinya menilai sumbangan tersebut akan kembali kepada siswa dalam menjalani proses belajar mengajar karena sumbangan akan direalisasikan seputar kenyamanan siswa mulai dari pendingin seperti AC/kipas angin, fasilitas infokus di ruang kelas, kemudian reward siswa berprestasi, delegasi perlombaan dan lain sebagainya. “Yang jelas musyawarah bersama komite dan orang tua siswa terbuka. Dan ini bisa dicicil bagi mereka yang tak bisa membayar secara sekaligus,”tegasnya.
Selain itu dari total 800 an siswa baru tahun ajaran 2017/2018 yang ada sekitar 160 orang tua siswa dibebaskan dari biaya sumbangan. Dengan syarat bahwa mereka melampirkan sejumlah berkas mulai dari surat keterangan tidak mampu dan lain sebagainya.
Sementara itu salah satu wali siswa Supriantini mengakui bahwa hasil rapat komite sumbangan sekolah minimal Rp2 juta perorang. Hasil tersebut merupakan pembicaraan yang cukup pelik dengan berbagai pengajuan para wali murid.
Dikatakannya bahwa pihak sekolah juga menerima bagi para wali siswa yang menyumbang lebih dari angka sumbangan minimal dipersilahkan karena alasan untuk realisasi program yang dicanangkan. “Jadi uang sumbangan Rp2 juta, uang perbulan Rp150 ribu dan uang baju 1,8 juta untuk jurusan desain dan interior bangunan karena beda-beda berdasarkan jurusan dan harus dibayar dalam waktu sebulan,”jelasnya.
Menurutnya penurunan sumbangan siswa dari angka Rp5 juta menjadi Rp2 juta cukup meringankan baginya sehingga tidak terlalu terbebani dengan pengeluaran siswa sekolah yang cukup banyak. (Editor Jon Heri)








