Laporan Meida Sari
PALEMBANG, Jodanews – Pasca penembakan satu keluarga di Lubuk Linggau yang dilakukan oknum polisi ternyata anggota Shabara yang bertugas di Lubuk Linggau dengan inisial Brigadir K. Hal ini diungkapkan Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto saat memberikan keterangan kepada awak Media di Mapolda Sumsel, Rabu (19/4/2017) sore.
Dalam konferensi pers Ia menerangkan bagaimana kronologi kejadian penembakan. Kejadian tersebut berawal dari mobil korban yang melintas saat pihak kepolisian setempat sedang melakukan razia. Kemudian pihak kepolisian berusaha untuk menghentikan mobil tersebut namun mobil tersebut masih tetap laju dan tidak mau berhenti. Bahkan hampir menabrak tiga anggota kepolisian yang saat itu sedang razia.
Kemudian pihak kepolisian mengecek plat dari kendaraan korban, dari hasil pengecekan ternyata plat kendaraan korban tidak terdaftar di Samsat. Sebagai anggota tentunya memiliki insting dugaan pelaku pencurian dan mengejar mobil korban.
“Ada lima anggota polisi yang mengejar, menggunakan mobil mitshubishi kuda dan dua motor,” katanya.
Dimana saat kejadian, Brigadir K ini menggunakan mobil dengan anggota Satlantas Lubuk Linggau sebagai supir. Sedangkan tiga anggota lainnya mengendarai motor. Kemudian petugas kepolisian menghentikan mobil korban dan meminta korban untuk turun. Namun peringatan serta tembakan peringatan tidak digubris juga oleh korban sehingga Brigadir K langsung melakukan penembakan terhadap mobil korban.
“Penembakan ini tidak ada perintah dari siapa pun,” tegasnya.
Dari lokasi kejadi pihaknya berhasil mengamankam barang bukti senjata api jenis SS1 V2, serta tujuh selongsong. “Kami juga akan meminta keterangam dari semua pihak,” tegasnya. (Editor Jon Heri)








