Home HL Jembatan Besi Rampung, Warga Babat Supat Tak Lagi Lewati Batang Kelapa

Jembatan Besi Rampung, Warga Babat Supat Tak Lagi Lewati Batang Kelapa

11
0

 

SEKAYU,jodanews.com – Penantian panjang masyarakat Desa Tanjung Kerang, Kecamatan Babat Supat, akhirnya terjawab. Jembatan besi yang menghubungkan antar dusun dan antar desa resmi diserahterimakan pada Selasa (11/8/2026), memberikan akses yang lebih aman dan layak bagi warga setempat.

Serah terima pembangunan jembatan berlangsung di Dusun 7 Desa Tanjung Kerang dan dihadiri Camat Babat Supat Musmulyadi SE MM, Kepala Desa Tanjung Kerang Eka Saprullah Zainudin, serta perwakilan Humas PT Medco E&P.

Jembatan besi berukuran lebar 5 meter dan panjang 6 meter tersebut dibangun sebagai tindak lanjut atas aspirasi masyarakat yang selama ini mengeluhkan minimnya akses penghubung antar dusun.

Camat Babat Supat Musmulyadi SE MM mengatakan, pembangunan jembatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Desa Tanjung Kerang dengan PT Medco E&P untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat.

“Jembatan ini sangat penting karena menjadi akses penghubung Dusun 5, Dusun 7, dan Dusun 10 di Desa Tanjung Kerang. Selain itu juga menjadi jalur penghubung antara Desa Tanjung Kerang dan Desa Langkap,” ujarnya.

Menurut Musmulyadi, keberadaan jembatan tersebut diharapkan mampu memperlancar aktivitas masyarakat, mulai dari kegiatan ekonomi, pendidikan hingga pelayanan sosial.

Sementara itu, perwakilan Humas PT Medco E&P menyampaikan bahwa pembangunan jembatan merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat di wilayah operasionalnya.

“Kami berharap keberadaan jembatan ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan mendukung peningkatan konektivitas antarwilayah,” katanya.

Kepala Desa Tanjung Kerang, Eka Saprullah Zainudin, mewakili masyarakat menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Pemerintah Kecamatan Babat Supat, serta PT Medco E&P yang telah mendukung pembangunan infrastruktur di wilayahnya.

Ucapan syukur juga disampaikan warga yang hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka mengaku selama bertahun-tahun harus melintasi jembatan darurat yang terbuat dari batang kelapa untuk menyeberang.

“Sebelumnya kami hanya lewat batang kelapa. Sangat berbahaya dan berisiko jatuh ke sungai. Alhamdulillah sekarang sudah ada jembatan besi yang aman. Ini seperti menikmati kemerdekaan yang sesungguhnya,” ungkap salah seorang warga.(Editor Jonheri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here