Laporan : ZOEL
MUARA ENIM, Jodanews—Cici Sundari (18) seorang siswi yang duduk di bangku kelas XI SMK PGRI Muara Enim, berasal dari Desa Kuripan Kec.Rambang Dangku, tergolong anak yang kurang mampu karena perekonomian orang tuanya lemah. Anak Pasangan dari Apen (70) dan Yarmah (68) yang kerja sehari hari ayahnya tidak tetap sebagai penetak kayu. Tak membuat cici pantang menyerah, demi sekolahnya ia harus mengejar impian cita cita ingin menjadi Pekerja yang tetap agar bisa membantu keluarganya kelak. Siswi cici ini tergolong siswi yang tegar, tangguh, menjalani hidup yang seadanya, demi sekolah ia harus berjuang melawan rintangan, dimana siswi ini tidak sama dengan kehidupan siswa lainnya. Cici Sundari (18) menceritakan “Saya kost tinggal di Ds.Muara Enim Kampung 7 pak, saya sekolah merantau dari Desa Kuripan Kec.Rambang Dangku, masuk ke SMK PGRI Kab.Muara Enim ini, belajar hidup mandiri demi meraih masa depan. Tujuan saya masuk ke SMK mengambil jurusan
Teknik Komputer Jaringan (TKJ), dengan harapan setelah tamat bisa langsung kerja, dengan harapan membantu orang tua saya. Masih katanya “Satu bulan saya diberikan uang sebesar Rp.200 ribu
dengan bekal beras 4 kg tiap bulan, uang dan beras tersebut saya bisa mengaturnya harus cukup, demi makan saya sehari hari. Saya masak 1 hari cukup ½ Kaleng susu, yang saya sangat syukuri kepada ALLAH orang tua saya selalu memberikan support, dan dukungan kepada saya agar saya selalu rajin sekolah.
“Saya menceritakan kehidupan ini bukan untuk di kasihani pak, tetapi untuk dijadikan motivasi siswa siswi yang sekolah di Indonesia ini, bahwa sekolah itu bukan di ukur dari uang belanja yang diberikan oleh orang tua kita, melainkan tunjukkan kepada orang tua kita, yaitu dengan menunjukkan prestasi belajar yang rajin serta kegigihan kita. Karena kita bersyukur masih bisa sekolah, dibanding dengan anak anak yang lain, yang lebih lemah dari kita sehingga tak mampu untuk sekolah.”Ungkapnya.
Teman sekelas Cici yaitu Destri (18) Mengatakan “Teman saya cici ini orangnya tidak pernah mengeluh, dan bercerita tentang perekonomiannya, apalagi curhat masalah kehidupannya, ia tidak terbuka, hanya
dipendamkan oleh dirinya sendiri, baru kali ini saya tahu kalau teman saya cici ini, adalah teman yang tegar, walaupun susah ia tak pernah cerita, Pernah ia meminjam uang Rp.10.000 itupun uangnya untuk ongkos mudik ke desanya dikala waktu liburan sekolah. (Editor Jonheri)








