Home EMPAT LAWANG Tak Setuju, Ratusan Warga Nyaris Ngamuk

Tak Setuju, Ratusan Warga Nyaris Ngamuk

158
0

Laporan : Agus Subhan Bakin

EMPAT LAWANG, Jodanews – Ratusan warga Kampung Pensiunan Kelurahan Tanjung Makmur Kecamatan Tebing Tinggi, geram dan nyaris melakukan tindakan anarkis hingga hampir melakukan aksi pembakaran terhadap salah satu gereja. Pasalnya, warga merasa terganggu dengan aktifitas peribadatan keagamaan umat Kristiani (Keturunan Tionghua) yang belakangan diketahui bernama Gereja Bethel Indonesia (GBI) yang melakukan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR), Kamis malam (5/12). Informasi yang berhasil dihimpun di lapangan menyebutkan, pada Kamis Malam (5/12) sekitar pukul 19.00 Wib seorang warga diketahui bernama Camking menggelar acara kerohanian di gudang sekaligus rumah pribadinya dihadiri lebih kurang 50 Jemaat Kristen Protestan dengan mendatangkan Pendeta dari Lubuk Linggau. Warga yang melihat acara tersebut merasa resah dan tidak menyetujui kegiatan tersebut, sebab, warga beralasan, di depan gudang Camking sudah ada gereja, kenapa malah menggelar acara kerohanian ditempat tersebut yang merupakan gudang sehingga terkesan dialih fungsikan sebagai gereja yang tidak sesuai dengan izin bangunan. Informasi lain menyebutkan, gudang Camking itu juga akan dilakukan peresmian menjadi Gereja malam itu juga. Selanjutnya, sekitar pukul 20.00 Wib, warga setempat satu persatu datang dan berkumpul ke Masjid Izziyah persis letaknya bersebelahan dengan tempat kegiatan tersebut. Warga meminta kepada pihak RT/RW dan pemerintah setempat untuk membubarkan kegiatan tersebut. Pihak RT/RW pun langsung menghubungi pihak Polres Empat Lawang untuk menengahi permasalah tersebut, sebab warga yang menolak semakin ramai. Hr (30), Warga Tanjung Makmur, menuturkan, pihaknya menolak keras kegiatan tersebut, apalagi jika ada peresmian gereja. “Kami dak tau menau, tahu-tahu bangunan ini sudah ado, mereka sudah beraktifitas, nak diresmike pulo gereja ini, padahal belum ado izin, warga disini kaget, dikhawatirke gek aliran apo,” ketusnya. “Lagi pulo kan sudah ado gereja yang lamo, ngapo nak ngadoke kegiatan peribadatan di rumah, nak diresmike jadi gereja pulu, intinyo kami menolak keberadaan mereka,” timbal warga lainnya.Sejurus, Aparat Polres Empat Lawang, Koramil 405-01 Tebing Tinggi, Camat Tebing Tinggi, dan Lurah Tanjung Makmur, serta perangkat lainnya, mendatangi lokasi untuk meredam situasi. Sekitar Pukul 20.30 Wib diputuskan untuk dilakukan mediasi antara warga pensiunan dengan pihak Camking di Mapolres Empat Lawang. Adapun yang hadir yakni pihak Camat Tebing Tinggi, Syafei Marzuki, Lurah Tanjung Makmur, Eman Sulaiman, Tokoh Masyarakat, Widjinarko, dan warga lainnya. Sedang dari pihak Camking diwakili Ruslan, Pendeta GBI Lubuk Linggau, Rio Penjaitan beserta rekan. Diskusi antara kedua pihak berjalan alot, pada akhiranya, timbul keputusan permintaan warga disetujui pihak Camking. “Alhamdulillah permasalahan malam ini tidak diwarnai hal-hal yang tidak diinginkan, masyarakat sudah cerdas dan pro aktif, kami selaku pemerintah sangat bangga dengan warga disini, ” kata Camat Tebing Tinggi, Syefei Marzuki.(Editor Jonheri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here