Home HL Security LRT Serahkan Anjasmara ke Polisi, Karena Curi Besi LRT

Security LRT Serahkan Anjasmara ke Polisi, Karena Curi Besi LRT

140
0

Laporan Meyda Sari

PALEMBANG, Jodanews  – Berdalih tidak mempunyai uang untuk makan dan membayar kontrakan, membuat Anjasmara (20), warga Jalan Mufakat 4 Kecamatan SU I, Palembang. Nekat melakukan aksi pencurian besi LRT di stasiun Zona IV, pasar 16 Ilir, Palembang, Rabu (31/1/2018) pagi.

Namun, naas aksinya dipergoki security dan pengawas LRT di Tempat kejadian perkara (TKP), sehingga pelaku berhasil diamankan. Sedangkan dua rekannya masih berstatus DPO (Daftar Pencarian Orang), yakni AL dan AP, mereka langsung kabur.

“Memang kita sudah mengincar mereka dari subuh kemarin. Namun aksi mereka pun kecolongan. Nah hari subuh ini (kemarin-red). Salah satu dari mereka pun berhasil kita amankan yakni bernama Anjas. Sedangkan dua orang berhasil kabur, dan tetap kami akan tangkap jika didapati kembali melakukan aksinya,” terang Febi (30), security LRT di Zona 4, ketika di Polresta Palembang.

Dikatakan Febi, aksi pencurian memang sudah sering kali terjadi ditempat kerja mereka, oleh karena itu pihak keamanan disini (LRT-red) melakukan pengintaian dan berhasil mengamankan satu pelaku.

“Lalu kita serahkan pelaku ke Polresta Palembang, guna penyelidikan lebih lanjut. Dan langsung kami laporkan kejadian ini,”katanya.

Semenatara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara, melalu KA SPK, Iptu Herry mengatakan, pihaknya sudah menerima serahan tersangka atas kasus pencurian besi LRT yakni Anjas. “Tersangka akan dijerat dengan pasal 363 KHUP, tentang pencurian dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,”ujarnya.

Anjas pencuri besi LRT mengaku sudah 5 kali melakukan pencurian besi di kawasan LRT. Ia pun terpaksa melakukan aksi pencurian ini karena tidak ada pekerjaan. ” Sudah 5 kali pak. Ini yang tertangkap. Setiap berhasil melakukan aksi pencurian, Besi bekas ini saya jual di kawasan sayangan pak. Uangnya pun kami bagi 3,” katanya.

Lanjut Anjas, jika dihitungan dari 5 kali aksi uang yang diterimanya sekitar Rp 1.1 juta.
“Uang ini semua sudah habis pak. Untuk bayar kontrakan dan makan sehari-hari,”jelasnya. (Editor Jon Heri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here