Home HL 12 Terduga Teroris Ditangkap Tim Densus 88 di Sumsel

12 Terduga Teroris Ditangkap Tim Densus 88 di Sumsel

143
0
Laporan Meyda Sari
PALEMBANG, Jodanews  – Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, mengatakan terkait tertangkapnya terduga teroris menyebutkan yang ditangkap sekarabg sudah ada 12 orang. terduga teroris ini ditangkap Densus 88 di Anti Teror Mabes Polri wilayah hukumnya. Kedua belas terduga itu saat ini masih dalam proses pemeriksaan dan pendalaman terkait ada atau tidaknya keterlibatan dengan teroris yang ada di Indonesia.
Penangkapan kedua belas terduga itu dilakukan di daerah yang berbeda, baik di Ogan Komering Ulu, Muara Enim, Ogan Ilir, dan Palembang. “Ada 12 orang yang sudah ditangkap Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri. Penangkapan dilakukan di empat kabupaten/kota di Sumsel,” kata Zulkarnain ditemui usai Video Conference bersama Kapolri di Mapolda Sumsel, Senin (11/12/2017).
Ia menerangkan, saat ini kedua belas terduga teroris itu sudah diamankan di Mako Brimob Polda Sumsel. “Ini kan masih pemeriksaan, bisa saja benar ditetapkan menjadi tersangka dan bisa saja tidak,” kata dia.
Ia pun enggan berkomentar terkait peranan para teroris. Namun ia menyebutkan ada dua kemungkinan jika memang kedua belas terduga merupakan teroris. Yakni memasok senjata untuk jaringan teroris yang ada di Sumsel atau diluar provinsi lain. Atau juga menyembunyikan para teroris lain yang melarikan diri ke Sumsel.
“Bisa saja mereka menyembunyikan atau melindungi teroris lain atau juga menyediakan senjata api. Ini merupakan lanjutan dari penangkapan jaringan teroris di OKU Selatan pada 2016 lalu,” jelasnya.
Zulkarnain menuturkan, Densus 88 pun saat ini masih memeriksa dan melakukan pengembangan mengenai asal jaringan teroris tersebut. Namun ia memastikan bahwa dari keduabelas terduga yang ditangkap, rata-rata merupakan warga Sumsel dan sebagian lagi merupakan pendatang.
“Kita belum tahu apakah akan dibawa ke Jakarta atau tidak, karena masih menunggu pengembangan dari pemeriksaan di Mako Brimob,” jelasnya.
Zulkarnaikmn meminta kepada warga agar memberikan kepedulian dan kepekaan terhadap lingkungan. Hal itu lantaran, saat ditanyakan atau diinterogasi kepada tetangga dari terduga yang ditangkap, bahwa tidak ada warga yang mengetahui aktivitas terduga. Bahkan, rata-rata masyarakat mengakui bahwa terduga-terduga ini memiliki karakter yang tertutup.
“Berdasarkan interogasi di lapangan, para terduga ini sebenarnya sudah memiliki kebiasaan yang mencurigakan. Setiap hari Jumat tidak ada di rumah, lalu jarang berkomunikasi, kemudian mendirikan pondok jauh dari komunitas masyarakat,” ungkapnya. Untuk itu, kata Zulkarnain, masyarakat diminta untuk segera melapor jika menemukan adanya aktivitas mencurigakan dari warga yang seperti itu.
Kepolisian juga sudah meminta kepada Kanwil Kemenag Sumsel dan MUI Sumsel untuk terus memberikan bimbingan, pengarahan kepada masyarakat agar terhindar atau menolak jika ada ajakan untuk terlibat teroris.
“Kepolisian ini bertugas untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Tapi tentunya ini tidak bisa dilakukan sendiri, perlu juga adanya peran dari masyarakat. Sumsel ini masih terpantau ada potensi sel-sel teroris menyebar di daerah-daerah. Karena itu, harus dicegah,” tandasnya. (Editor Jon Heri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here