Laporan Meyda Sari
PALEMBANG, Jodanews – Apes yang dialami Kori (28), dirinya harus mengalami luka di bagian kening, setelah dipukul oleh tukang sapu di Pasar Tengkuruk 16 Ilir berinisial PN (30), warga Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang. Lantaran tak terima dengan kejadian itu, Kori pun langsung mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, untuk melaporkan PN yang diduga sudah melakukan pemukulan terhadap korban. Kamis (21/9/2017) .
Dihadapan petugas, Kori menuturkan kejadiannya berawal saat ia bersama saksi Indah Purwanti (30) yang juga merupakan bos tempatnya bekerja sebagai pedagang baju bekas atau BJ sedang berjualan di Pasar Tengkuruk, Palembang. Pada saat itu ada pipa paralon yang bocor, dan membuat kotoran manusia mengotori tempatnya berdagang. Oleh karena itu, membuat saksi mencoba menegur terlapor untuk diperbaiki.
“Bos saya ini (Indah), sudah bilang dengan dia (terlapor) untuk segera diperbaiki dan hanya menjawab nanti,” kata warga Jalan KH M Asyik, Lorong Palapa, Kecamatan SU I Palembang ini.
Ia mengungkapkan, tanpa sengaja dirinya menendang karung yang berisikan kotoran manusia tersebut. Ketika itulah, terlapor yang merasa tersinggung langsung memukul korban sebanyak dua kali.
“Dua kali pak terlapor mukul saya, yang pertama tidak kena, yang kedua kena dikening saya hingga membuat terluka. Dia pakai tangan kosong pak, tapi di jarinya ada cincin. Saya tidak terima dengan perbuatannya,” ujar Kori.
Ditambahkan Indah, pipa tersebut sudah lama bocor dan ia selalu membayar uang kebersihan pasar. “Saya minta diperbaiki karena banyak kuman, dan baunya. Kami selalu bayar uang kebersihan,” tambahnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan dari korban dan akan segera dilakukan proses penyelidikan oleh anggotanya.
“Kita akan memanggil terlapor untuk dimintai keterangan, apabila terlapor terbukti bersalah maka akan di proses sesuai hukum yang berlaku. Sedangkan korban sudah kita mintai untuk melakukan visum,”katanya (Editor Jon Heri)








