Laporan Meida Sari
PALEMBANG, Jodanews – Dalam adanya kesalahan penulisan yang di lakukan oleh pihak media cetak Sumatera Ekspres (Sumek) terhadap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), mebuat Sekjen Partai PDIP yakni H. M Ilyas Panji Alam sangat marah dan merasa tersinggung, bahkan akan melaporkan insiden tersebut ke Pihak kepolisian dan Dewan Pers.
Hal ini di tegaskannya setelah usai pertemuannya antara pihak Sumek secara internal. “Pihak sumek sudah datang, mereka mengakui dan akan melakukan hak jawab di medianya sendiri, dia juga akan menyampaikan permintaan maafnya,” kata Ilyas.
Dikatakan Ilyas, dirinya sangat tersingung dan sangat marah dengan adanya kesalahan dalam penulisan. Melihat kesalahan penulisan yang harusya PDI tetapi dikoran tersebut ditulis PKI yang ada di halaman 21 kolum metropolis.
“Saya tegaskan PKI tidak ada sangkut pautnya dengan PDIP. Kita sangat tersinggung. Tapi karena Sumek sudah punya etikat baik mau datang dan meminta maaf, untuk sementara kita akan terima. Tapi tidak akan menutup proses hukum hukumnya,”jelasnya.
Tak hanya itu, Ilyas juga berharap supaya hal itu tidak akan terulang lagi baik yang dilakukan sumek ataupun media lainnya. Maka dari itu dirinya mengimbau supaya kader-kader untuk tidak melakukan anarkis dan merugikan PDIP. “masalah ini akan dilaporkan ke dewan pers dan polisi,”tandasnya.
Diketahui sebelumnya, ada sebelas kader PDIP mendatangi kantor sumek untuk meminta penjelasan, Setelah datang langsung diterima tidak lama kemudian pihak sumek pun mendatangi kantor pusat PDIP.
“Kita datang karena kesadaran kader partai PDI dan aliansi aktifis. Terkait bisa menculnya tulisan seperti itu, kami meminta pertanggung jawaban. Karena tulisan tiga huruf ini imbasnya bisa keseluruhnya. Secara sosial mereka harus bertanggung jawab,”cetus Miftahul firdaus salah satu kader PDI.
Dari data yang diperoleh dan dari pantauan dilapangan terlihat ada beberapa anggota polri yang berjaga-jaga didepan kantor sumeks dan sebagian lagi berjaga di kantor pusat PDI P Sumsel. Bahkan Kabag Ops Kompol Marully pun turut ikut turun kelapangan. Bukan hanya Kabag Ops saja namun anggota Intelkam pun turut jada di kantor PDIP. (Editor Jon Heri)








