Laporan : Marshal
MUARA ENIM, Jodanews -Permasalahan tapal batas Kabupaten Muara Enim dengan Kabupaten Ogan Ilir yang tidak kunjung selesai, berpotensi terjadi konflik horizontal masyarakat yang tinggal di daerah tersebut. Soalnya sampai sekarang, Pemerintah Provinsi Sumsel, belum juga memberikan ketegasan masalah penyelesaian tapal batas dimaksud. “Masalah tapal batas Muara Enim dengan Kabupaten OI, tinggal menunggu bom waktu saja. Karena sampai sekarang belum juga ada penyelesaiannya,” jelas Wakil Bupati Muara Enim, H Nurul Aman SH, pada acara pengarahan FKPD kepada Bhabinkabtibmas, Ring Serse, Matwil Polres dan Babinsa Kodim 0404 Muara Enim tentang potensi konflik sosial, Harhutla dan trend gangguan Kamtibmas.
Acara yang digagas Kapolres Muara Enim, AKBP Hendra Gunawan SIK MSI dan Dandim 0404 Muara Enim, Letkol Inf Jamaludin, itu berlangsung di ruang rapat Bappeda Muara Enim, Kamis (4/8). Acara tersebut diikuti seluruh Bhabinkamtibmas Polres Muara Enim dan Babinsa Kodim 0404 Muara Enim. Selain Wakil Bupati, Komandan Kodim 0404 dan Kapolres Muara Enim juga memberikan pengarahan pada acara tersebut.
Menurut bupati, potensi rawan konflik di Muara Enim masalah tapal batas yang belum terselesaikan.
“Ini menjadi tanggung jawab kita semua untuk memberikan pengertian kepada masyarakat di perbatasan,” jelasnya. Sebenarnya, lanjutnya, kalau pemerintah provinsi tanggap, malasah tapal batas ini sudah bisa diselesaikan. Namun sayangnya pemerintah provinsi tidak tegas, dan mengembalikan permasalahan itu kepada pemerintah pusat. Dijelaskannya, selain tapal batas Muara Enim dengan kabupaten OI, juga masalah tapal batas Muara Enim dengan Kota Palembang. Padahal di daerah tersebut sudah jelas ada pilar tapal batas. Tiba tiba Pemerintah Kota Palembang mengeluarkan izin kepada PT RMK yang jelas jelas berada di wilayah Muara Enim. “Ini kalau tidak segera diantisipasi akan menimbulkan gesekan,” jelasnya. Selain masalah tapal bata, permasalahan sosial yang dihadapi saat ini mengenai pembakaran lahan memasuki musim kemarau. Karena sudah menjadi tradisi masyarakat mulai dari nenak moyang dulu, jika membuka lahan untuk berkebun dan bersawah dengan cara membakar.“Sampai sekarang belum ada solusinya, ini menjadi tugas berat kita untuk memberikan pengertian kepada masyarakat,” jelasnya. Sedangkan masalah kerukunan umat beragama di Muara Enim cukup kondusif dan harus dipertahankan terus. Dia berharap kepada Bhabinkabtimbas dan Babinsa untuk senantiasa berkordinasi”Ungkapnya. (editor elan)








