Laporan Andre/Aan
TEGAL , Jodanews.com- Nampak gambar Serda Mursidi, anggota Satgas TMMD Reguler 105 dari Kodim 0712 Tegal yang merupakan Babinsa Jatimulya, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, bermain catur dengan salah satu warga binaannya, Budi (24) Dukuh Bulak Banteng RT. 01 RW. 06. Kamis malam (25/7/2019).
Mursidi menggunakan waktu istirahat malam di Jatimulya yang saat ini masih dibangun melalui TMMD, berpatroli sambil berinteraksi dengan pemuda desa lainnya, Arif (25), tetangga Budi.
Dinyatakannya bahwa, permainan tidak untuk mencari siapa yang menang dan kalah. Ini merupakan salah satu cara yang dilakukan Satgas TMMD untuk penyegaran.
Kegiatan catur ini terbilang sarana ampuh untuk lebih melekat ke warga masyarakat, mempererat hubungan emosional sesuai tujuan TMMD yakni menumbuhkan semangat kebersamaan, gotong-royong dan kekeluargaan. Selain menggalang partisipasi aktif masyarakat dalam membantu Satgas membangun desa.
“Sambil bermain catur saya ajak pemuda desa jaga malam,” ucapnya. Dikatakannya juga, bermain melawan yang lebih mahir akan meningkatkan keterampilan. “Catur juga melatih kesabaran, konsentrasi dan keterampilan rencana atau strategi kedepan, yang sangat baik jika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.
Untuk diketahui, dikutip dari wikipedia, catur berasal dari India sebelum abad ke-7 yang bermula dari suatu permainan yang disebut chaturanga, sedangkan aturan pergerakan buah catur seperti saat ini adalah dari Spanyol sekitar akhir abad ke-15. Namun peraturan catur yang baku distandarisasi pada abad ke-19. Juara dunia catur pertama adalah Wilhelm Steinitz pada tahun 1886, dan semenjak tahun 1948, kejuaraan dunia diselenggarakan oleh FIDE yaitu lembaga percaturan seluruh dunia yang mengorganisasi kejuaraan catur pria, wanita, anak-anak, catur cepat dan kilat, olimpiade catur serta kejuaraan beregu antarbangsa. (editor Jon Heri)









