Home HL Sabu Sebanyak 8,3 Kilogram Dimusnahkan Dihadapan Siswa-Siswi SMP dan SMA

Sabu Sebanyak 8,3 Kilogram Dimusnahkan Dihadapan Siswa-Siswi SMP dan SMA

131
0

Laporan Meyda Sari

PALEMBANG, Jodanews.comĀ  – Direktorat Reserse (Ditresnarkoba) Narkoba Polda Sumsel kembali malaksanakan Pemusnaan barang bukti berupa Narkotika jenis sabu dan ekstasi. Namun, kali ini sedikit berbeda. Pasalnya puluhan siswa-siswi asal dari berbagai sekolah turut diundang untuk hadir menyaksikan pemusnahan obat terlarang tersebut.

Bahkan terlihat wajah antusias ditununjukan para siswa saat menyaksikan para tersangka yang juga dihadirkan dengan barang bukti sabu. Bubuk sabu tersebut dilarutkan ke dalam air yang sudah di campur dengan detergen pencuci pakaian yang kemudian diblender, untuk dihancurkan.

Salah satu Siswa SMP, bernama Rian (14) yang hadir dalam pemusnahan barang bukti sabu mengaku sangat antuasias menyaksikan pemusnahan sabu. Dirinya mengaku tidak mau terlibat narkoba setelah melihat dan mendengarkan hukuman yang diberikan kepada para tersangka.

“Tadi katanya hukuman mati, serem juga. Negara juga bisa hancur karena narkoba,” ujarnya usai mendengar pemaparan dari Kapolda dalam pemusnahan sabu.

Setidaknya sabu yang dimusnahkan pada Selasa (12/3/2019) sebanyak 8,3 kilogram sabu yang berasal dari 7 laporan Polisi, dengan total 14 tersangka yang sudah diamankan oleh Polda Sumsel dan Polresta Palembang selama bulan Febuari.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara didampingi Wakapolda Brigjen Denny Gapril, dan Ditresnarkoba Polda Sumsel Kombes Pol Farman serta Kapolresta Palembang, Kombes Pol Didi Hayamansyah melakukan pemusnahan barang bukti hasil tangkapan.

“Hari ini kita melakukan pemusnahan barang bukti sabu sebabyak 8,3 kilogram sabu, dimana pada bulan Febuari lalu berhadil menangkap para pengedar jaringan Bandung yang saat penangkapannya sudah berpencar. Satu ditangkap di Bandara. 4 di stasiun Kertapati Palembang dan 2 di Kayuagung OKI,” ujar Kapolda.

Lanjutnya, dengan adanya pemusnahan narkoba di depan anak-anak generasi milenial dapat menjadi momentum yang baik dalam mensosialisasikan jika narkoba merupakan hal yang buruk dalam kehidupan generasi muda.

“Hari ini sekaligus kita melaksanakan giat sosialisasi kepada generasi milenial. Hal ini menjadi momentumnya. Bayangkan jika 1 gramnya saja dihargai Rp 1,2 juta maka 8 kilogram sabu dihargai hampir 10 miliar lebih. Maka dari itu generasi milenial harus paham betul jika narkoba itu sangat merugikan,” jelasnya. Selasa (12/3/2019)

Zulkarnain pun meyakini jika para bandar dan pengedar memiliki tujuan merusak generasi bangsa dan negara melalui narkoba, melalui tangan-tangan.

“Ini termasuk Proxy War di mana penyebaran narkoba dengan tujuan merusak generasi bangsa,” jelasnya.

Sementara itu, Noval salah satu jaringan sabu dari Bandung yang hadir dalam pemusnahan mengaku kalau dirinya sangat menyesal karena sudah menjadi bagian perusak anak bangsa.

“Saya menyesal pak, karena sudah membunuh generasi bangsa dengan sabu-sabu. Saya juga sudah jadi kurir 13 Kali pak, waktu ambil di Palembang 10 kilogram dan sudah 13 Kali lolos, dan terakhir ketangkap,” jelasnya.(Editor Jon Heri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here