Home HL Satu Pemalak Disimpang Macan Lindungan Ditangkap Polisi, Dua Lari

Satu Pemalak Disimpang Macan Lindungan Ditangkap Polisi, Dua Lari

125
0

Laporan Meyda Sari

PALEMBANG, Jodanews.com  – Satu dari tiga kompoltan pemalak yang masih Anak Baru Gede (ABG) ditangkap pihak kepolisian yang tengah melakukan patroli di tempat kejadian (TKP) di Simpang empat lampu merah Macan Lindungan. ABG tersebut yakni Riko (14), Warga Jalan Dempo Raya Palembang.

Saat diamankan ABG ini tengah melakukan pemalakan terhadap seorang sopir truk pengantar buah jeruk asal Medan (Sumatra Utara) tujuan ke Jakarta. Dimana saat melintas di TKP itulah para komplotan beraksi melakukan pemalakan atau meminta uang terhadap sopir truk.

Bahkan ironisnya, Saat melancarkan aksinya Riko yang bersama dua rekannya Ujuk dan Putra alias Godak meminta sejumlah uang kepada sopir truk sambil membawa senjata tajam (sajam) jenis sangkur. bahkan mereka tak segan-segan untuk mengancam para supir agar menyerahkan sejumlah uang. Jika tidak diberi uang, para pemalak ini tak segan untuk memecahkan kaca mobil dan mengalungkan sajam ke leher.

Menurut keterangan dari Riko, dirinya mengaku hanya meminta uang kepada para sopir sebesar Rp200 ribu-Rp 5000 ribu. Memang saya sering melakukan pemalkan di simpang lampu merah macan lindungan. Selain malak saya juga mengamen.

“Korbannya cuma kami pintai Rp 5 ribu permobilnya. Kalau tidak dikasih kami kasih lewat saja pak. Sebenarnya aku cuma ikut-ikutan saja pak karena diajak sama teman,” ujarnya saat diamankan di Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumsel. Kamis (31/1/2019)

Masih dikatakan Riko, Dirinya dan teman-temannya kerap memalak mobil-mobil dengan nomor polisi luar daerah. Dirinya mengaku kalau uang hasil malak tersebut digunakan untuk makan.

“Tidak pak, uangnya tidak dipakai buat untuk lain, cuma buat makan saja. Sehari, kadang kami cuma dapat Rp. 50 ribu,” jelasnya.

Riko ditangkap seorang diri, sedangkan untuk dua temannya berhasil lari saat akan ditangkap oleh pihak kepolisian. “Kawan aku yang lain lari semua pak, aku memang sering pergi sama mereka. Aku tidak tau siapa yang bawak sajam itu,” akunya sambil ketakutan.

Sementara korbannya bernama Anto (32) Warga Solok Padang bersama temannya Mus (42) sudah menjadi korban pemalakan oleh komplotan Riko. Dirinya mengaku saat kejadian dimintai uang sambil ditodongkan sajam di leher.

“Mereka bawa sangkur pak, sangkurnya itu ditodong dileher saya. Saya nganter jeruk dari Medan ke Jakarta. Saat lewat di TKP selalu ditodong dan dimintai uang oleh komplotan itu. sudah sering Kali pak. bukan cuma sekali atau dua kali. dan kali ini Kebetulan saat lewat ada polisi,” jelasnya.

Sementara, petugas dari Ditsamapta Polda Sumsel, Brigpol Ali Martoyo, dan rekan-rekan membenarkan adanya penangkapan terhadap satu pelaku pemalakan yang kerap meresahkan sopir-sopir mobil truk. Usai diamankan, Riko langsung dibawa oleh pihak kepolisian ke Polda Sumsel untuk diproses secara hukum.

“Kebetulan kami sedang melintas di TKP dan melihat ada yang sedang melakukan pemalakan jadi kami langsung bertindak dan mengamankan pelaku untuk diperiksa di Polda Sumsel,” ujar Brigpol Ali Martoyo. (Editor Jon Heri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here