Home HL Keterangan ART Frans, Cece Suka Buka Hp Koko

Keterangan ART Frans, Cece Suka Buka Hp Koko

136
0
Laporan Meyda Sari
PALEMBANG, Jodanews.com  – Kasus bunuh diri yang dilakukan Fransiskus Xaverius (FX) Ong (45) bersama keluarganya diduga akibat adanya orang ketiga hingga memicu keretakan dalam rumah tangga para korban mulai terkuak.
Hal itu terlihat dari keterangan Sarah Perdinanti (20) yang merupakan asisten rumah tangga (ART) korban ketika menjalani pemeriksaan di Polresta Palembang, Kamis (25/10/2018).
Sarah mengatakan, jika majikannya tesebut beberapa waktu belakangan sering terlibat keributan dengan suaminya dirumah yang diduga dipicu adanya pihak ketiga, sehingga membuat hubungan mereka menjadi tidak harmonis.
“Cece (Margaret,red) sering buka hp punya Koko (FX Ong,red) dan pernah melihat ada wanita lain di dalam handphonenya. Mamanya Cece cerita ke orang lain, sehingga sering ribut,” kata Sarah.
Kabar keduanya akan menempuh jalur perceraian atas dugaan orang ketiga itupun menurut keterangan dari Sarah yang sering terdengar. Dimana antara FX Ong dan Margareth sempat berebut soal hak asuh anak jika ingin berpisah.
“Koko tidak mau kalau anaknya diasuh sama cece jadi mereka  suka ribut begitu,”ujarnya.
Sementara Dewi (28) yang juga ART korban mengatakan, sekitar pukul 05.30 WIB, ia terbangun dari tidur untuk memasak mie sebagai sarapan pagi anak korban sebelum sekolah.
Sebelum memasak mie, Dewi sempat masuk ke dalam kamar Kathyln Fransiskus (11) untuk mematikan AC dan lampu karena sudah mulai pagi.
” Saya pegang kaki Kathlyn, tapi tidak bangun-bangun setelah itu keluar kamar lagi saya kira masih tidur,” kata Dewi.
Merasa Kathlyn belum bangun, Dewi pun kembali keluar untuk memasak ke dapur. Sarah yang merupakan adiknya diminta Dewi untuk membangunkan Kathlyn karena akan sekolah. Namun, ketika dibangunkan, Sarah melihat tangannya tersebut mengeluarkan darah.
” Awalnya dikira mimisan, ketika bantal dibalikkan ternyata kepalanya berdarah adik saya langsung teriak,” ungkap Dewi.
Dewi dan Sarah akhirnya panik melihat keadaan Kathyln yang sudah tewas. Ia sempat berulang kali membangunkan FX Ong yang berada dikamar lantai bawah namun tak kunjung mendapatkan jawaban.
“Saya telpon juga tak diangkat, ternyata hp bapak (FX Ong) ada dimeja kerja diluar. Kami langsung keluar dan minta tolong warga,”ucapnya Dewi.
Setelah itu, ketua RT setempat langsung melihat Kathlyn dalam kondisi bersimbah darah dikamar lantai dua. Kejadian tersebut langsung dilaporkan kepada polisi hingga akhirnya  Rafael Fransiskus (18) Margaret Yetin Liana (43) dan Fransiskus Xaverius (FX) Ong (45) juga ditemukan tewas.
” Saya juga tidak dengar suara tembakan malam itu, karena malamnya sempat buatkan kopi untuk bapak,” ujarnya. (Editor Jon Heri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here