Home HL Kapolda : Empat Lawang dan Muaraenim Jadi Sorotan Daerah Paling Rawan, Untuk...

Kapolda : Empat Lawang dan Muaraenim Jadi Sorotan Daerah Paling Rawan, Untuk Pileg dan Pilpres 2018

158
0
Laporan Meyda Sari
PALEMBANG, Jodanews.com  – Polda Sumsel bersama instansi terkait lainnya berupaya menjaga situasi tetap kondusif. karena Provinsi Sumatera Selatan ditetapkan sebagai salah satu provinsi dengan tingkat kerawanan sedang dalam pemilihan presiden dan legislatif 2019 mendatang.
Disampaikan Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, seluruh instansi terkait harus terlibat secara aktif dalam mewujudkan pemilu yang kondisif, aman, dan tenteram.
“Selain stakeholder terkait, pihak partai politik, para calon legislatif, tim sukses, dan massa pendukung pun kami ajak dan libatkan untuk turut menyukseskan pilkada ini,” ungkapnya, Kamis (4/10/2018).
Zulkarnain mengatakan, berdasarkan hasil pemetaan Bawaslu RI bersama Polri, Sumsel ditetapkan sebagai daerah dengan tingkat kerawanan sedang, yang  Artinya, potensi terjadinya konflik cukup tinggi. Oleh karena itu pihaknya sudah melakukan upaya-upaya preventif untuk mencegah terjadinya konflik horisontal di tengah masyarakat selama kampanye, hingga penetapan calon terpilih.
“Daerah-daerah rawan itu seperti Empat Lawang dan Muaraenim seperti yang pernah terjadi pada pilkada lalu. Kami telah bergerak sejak saat ini dan berkordinasi dengan instansi lain untuk menekan potensi terjadinya konflik tersebut,” ungkap Kapolda.
Selain itu, Polda Sumsel pun membentuk berbagai satgas untuk melakukan pemantauan selama pileg dan pilpres. Seperti Satgas Nusantara untuk mendinginkan suasana, satgas money politik untuk menyelidiki adanya penyelewengan tersebut, serta satgas yang bertugas untuk memberantas berita bohong (hoax).
Dengan adanya peningkatan jumlah TPS dari 16.202 TPS menjadi 25.222 TPS yang ada di Sumsel pada pemilu yahun depan, Kapolda berujar, akan berpengaruh terhadap kualitas dan kuantitas keamanan serta jumlah personel.
“Sebanyak 7.080 personil akan diterjunkan dalam pengamanan pileg dan pilpres. Jumlah personil yang diterjunkan ini belum ditambah dari TNI,” jelasnya.
Zulkarnain berujar, pihaknya sudah mengkategorikan kerawanan TPS dalam empat tingkat. Yakni TPS aman, TPS rawan 1, rawan 2, serta TPS khusus. Dalam pengamanan di pileg dan pilpres, Polda Sumsel mendapat kucuran dana Rp 9.9 miliar. Dana tersebut, nantinya akan digunakan untuk pengamanan di wilayah Sumsel.
“Untuk antisipasi bentrok massa, kami pun sudah melakukan beberapa langkah. Kami tidak ingin terjadi lagi bentrokan massa yang pernah terjadi di sini. Saat ini riak-riak penyebaran berita hoax sudah mulai ada di Sumsel. Meskipun belum ada yang melapor, kami terus pantau,” ungkapnya. (Editor Jon Heri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here