Home HL Hidayat : Pakaian Seragam Sekolah, Simbol Jati Diri

Hidayat : Pakaian Seragam Sekolah, Simbol Jati Diri

128
0

Laporan Hasan Basri

PALEMBANG, Jodanews.com  – Pakaian seragam sekolah beserta atributnya, disamping sebagai tanda atau lambang pengakuan tentang keberadaan, juga bisa membentuk solidaritas para pelajar. Era milineal mempengaruhi budaya serta nilai rohani terhadap siswa sekolah, termasuk peraturan penggunaaan seragam sebagai simbol karakteristik pendidikan.

Menurut peraturan Kementerian Pendidikan dan Budaya, menerapkan ketentuan seragam sesuai Permendikbud 45/2014 tentang Pakaian Seragam Sekolah Bagi Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah, adalah suatu kewajiban yang harus ditaati. Sempat beredar kabar bahwa penggunaan seragam muslim akan dihapuskan, ternyata secara spesifik pemakaian yang dilarang yakni menggunakan cadar. Padahal, secara agama, cadar dianjurkan bagi umat muslim.

Perihal desus tersebut, H. Hidayat Comsu, SE Selaku Anggota Komisi IV DPRD Kota Palembang, menjelaskan semestinya hal tersebut tidak perlu dipermasalahkan kembali, karena Indonesia sendiri jelas sebagai negara bermayoritas Islam. Dan sudah sepatutnya menjadi point penting untuk menyimbolkan jati diri. “Tidak boleh, kita ini negara islam, yang menggunakan jilbab, pakaian muslim adalah kewajiban. Sebagai negara demokrartis, perturam mesti berjalan, namun tak luput untuk berikan kebebasan sesuai dengan keyakinan dan kepercayaan masing-masing. Silahkan sah-sah saja.”jelasnya

Lebih lanjut, Ia menyatakan Indonesia telah berdiri atas kemerdekaan. Apapun hal yang kurang berkenan, harus dikaji secara ulang, sehingga filterisasi peraturan berjalan dengan seimbang. Karena tujuan seragam adalah demi menumbuhkan rasa nasionalisme, kebersamaan, serta menanamkan semangat kesatuan dan persatuan di kalangan peserta didik. Tanpa memandang kesetaraan dan kesenjangan sosial ekonomi. Selain itu juga untuk meningkatkan disiplin dan tanggungjawab sebagai identitas serta acuan sekolah dalam menyusun tata tertib disiplin peserta didik.

“Memiliki kekuatan dalam bentuk budaya positif, semestinya didukung. Akan menjadi lebih bagus sebagai identitas. Serahkan saja peraturan penggunaan seragam, kepada instansi masing-masing. Biar negara republik Indonesia terlihat merdeka sesungguhnya, dan lebih taat agama. Namun, jika ada aturan yang melarang maka sekiranya perlu dijelaskan kepada publik. “Jelaskan mengapa dilarang supaya masyarakat paham,” kata dia. (Editor Jon Heri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here