Home HL Jajanan di Sekolah Wajib Dipastikan Aman untuk Dikonsumsi Siswa

Jajanan di Sekolah Wajib Dipastikan Aman untuk Dikonsumsi Siswa

124
0

Laporan Hasan Basri

PALEMBANG, Jodanews.com – Jajajan makanan dan minuman di ‎sekolah memang kadang membahayakan. Oleh karena itu Beberapa sekolah di kawasan Kertapati disisir oleh Dinas Pendidikan Sumsel bersama Balai Besar POM di Palembang dalam Inspeksi Mendadak di kantin sekolah. Inspeksi Mendadak (sidak) ini dilakukan guna membuktikan jajanan di kantin sekolah berkualitas baik atau tidak sehat untuk dikonsumsi anak. Hasilnya, dari pemeriksaan beberapa sampel jajanan di SMAN 9 ini misalnya, petugas masih menemukan bahan makanan yang mengandung zat berbahaya. Salah satunya tahu isi yang positif berformalin.
“Ada satu yang mengandung formalin yaitu tahu isi. Dari temun inilah kita harus edukasi pedagang agar mereka tidak membeli bahan tahu kepada pedagang yang sama,” ujar Dra Dewi Prawitasari, MKes selaku kepala Balai Besar POM di Palembang yang ikut dalam sidak, Rabu (26/9).
Pemeriksaan ini sendiri dilakukan secara menyeluruh mulai dari saos makanan, mi basah, tahu, pempek dan makanan kemasan juga harus diwaspadai. Karena bukan makanan yang sudah dimasak saja berpotensi berbahaya, melainkan makanan kemasan juga. “Kita lakukan sosialisasi ke mereka, agar mengenali jenis makanan, kemasan, labelnya, izin edarnya, lalu prosesnya. Termasuk penggunaan gelas dan piring plastik maupun bahan styrofoam dan kertas warna cokelat,” tegasnya.
Menurutnya jika dibiarkan saja panganan ini akan menimbulkan bahaya jangka panjang. Seperti kanker dan gangguan pencernaan. “Memang harus dimulai dari lingkungan sekolah, karena selain dapat makanan dari rumah anak-anak juga pasti jajan di sekolah. Makanya itu menjadi salah satu prioritas kami untuk mengedukasi pedagang agar menyediakn jajanan yang sehat,” jelasnya.
Hal serupa juga diungkapkan Kepala Disdik Sumsel, Drs H Widodo MPd. Menurutnya hampir setiap sekolah pasti ada kantinnya. Bisa jadi sumber kesehatan dan bisa juga sumber penyakit. “Kita hanya bisa mengedukasi sekolah termasuk pedagangnya. Kalau memang faktanya sebgian yang dijual tidak sehat,” ungkapnya.
Selain bahan makanan, pihaknya juga harus memastikan lingkungan kantin yang bersih dan sehat. “Termasuk habis memasak minyaknya jangan dibuang sembarangan. Sekolah juga harus menyiapkan tempat pembuangan limbah kantin khusus agar bisa menciptakan lingkungan yang sehat,” terangnya.
“Disdik Sumsel dan BBPOM akan terus memonitor, nanti juga akan mendatangi sekolah lainnya untuk mengecek kantin sekaligus dalam rangka sosalisai agar supaya pihak sekolah bisa menilai kesehatan kantin di sekolah mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMAN 9 Palembang, Nasria mengungkapkan, akan memberikan arahan kepada pedagang kantin sekolah agar tidak menjual tahu yang mengandung formalin tersebut. “Tahunya beli dari pengepul, jadi kita akan imbau agar pedagang tidak membeli tahu di pengepul itu lagi,” ucapnya.
Selain ke SMAN 9 Palembang, rombongan juga melakukan sidak ke dua sekolah lainnya seperti SMKN 8 dan SMA Bina Jaya Palembang. Sidak kali ini sendiri diharapkan bisa menjadi contoh bagi beberapa sekolah lain. Karena memang saat ini hanya mengambil sampling di beberapa sekolah saja. (Editor Jon Heri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here