Laporan Hasan Basri
PALEMBANG, Jodanews.com – Dalam upaya untuk menanamkan sikap religius terhadap anak usia dini sekaligus mengenalkan rukun Islam kelima yakni menjalankan ibadah haji. Ratusan anak dari SIT Auladi Palembang mereka terdiri dari siswa Playgroup, TK dan SD tampak berjubel dan memenuhi halaman Rumah Makan Wong Palembang, Rabu (8/8).
Lantunan kalimat talbiyah : Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syarika lak. Kalimat talbiyah pertanda musim haji ini berkumandang, Ratusan anak-anak dengan mengenakan pakaian ihram pun terlihat sibuk mengikuti rukun haji.
Iya, anak-anak yang tercatat sebagai siswa Sekolah Islam Terpadu Auladi Palembang sedang mengikuti kegiatan manasik haji. Rangkaian rukun haji diselenggarakan serupa dengan kegiatan haji di Mekkah mulai dari berpakaian ihram, wukuf di Padang Arafah, melontar jumroh di Mina, tawaf, sai, tahalulu hingga minum air zam zam.
Mutia Shabira Rizky Inayah siswi Play Group SIT Auladi Palembang mengatakan, sangat senang dan banyak teman dalam acara manasik haji. “Iya seneng, tapi capek juga,” ucapnya polos
Ketua Pelaksana Manasik Haji, Ustaz Abdu Rachim Gema MPd mengatakan, kegiatan manasik haji sudah menjadi agenda tahunan sekolah berbasis Islam ini. Tahun ini, instruktur manasik haji sendiri menggandeng KBIH Zafatur.
Dia pun mengaku, rangkaian rukun haji sengaja dibuat sedemikian rupa, seperti melempar jumroh yang terbuat dari gumpalan kertas koran sebagai batu, kemudian ada juga miniatur kakbah dan air zam-zam. Hal ini dilakukan agar siswa bisa memahami kegiatan berhaji merupakan ibadah fisik dan merupakan bagian dari Rukun Islam. “Jumlah peserta yang ikut dalam manasik haji ini sebanyak 412 orang, mereka dari kelas Playgroup, TK dan SD khususnya kelas V dan VI. Para peserta ini berasal dari siswa Auladi SU II, SIT Auladi Cabang Sako dan SIT Auladi Cabang Pakjo,” sebutnya.
Dia berharap, kegiatan ibadah ini sebagai langkah untuk menanamkan dan menguatkan nilai Islam sejak dini. Dengan bermanasik, siswa juga diharapkan tidak terkejut dengan kegiatan yang mengandalkan fisik kuat. “Tanamkan religius keimanan sejak dini banyak manfaatnya. Kami berharap mereka bisa mengenal dan belajar tentang arti ibadah haji masa mendatang,” pungkasnya. (Editor Jonheri)








