Home HL Disdik Sumsel Akan Jajaki Kurikulum Kelapa Sawit

Disdik Sumsel Akan Jajaki Kurikulum Kelapa Sawit

165
0

Laporan Hasan Basri

PALEMBANG, Jodanews.com –  Besarnya potensi perkebunan kepala sawit di wilayah Sumatera Selatan dinilai sangat besar, membuat  Dinas Pendidikan Sumatera Selatan (Sumsel) berencana akan menjajaki kurikulum kelapa sawit, terutama bagi SMK Pertanian.
Kepala Bidang SMK Disdik Sumsel Dra. Erlina, M.Si mengaku selama ini pihaknya hanya fokus pada pengembangan program guru dan siswa SMK. Untuk itulah, pihaknya akan mencoba menjajaki kurikulum kelapa sawit yang akan bekerjasama dengan Institut Pertanian Stiper Yogjakarta. “Potensi di bidang perkebunan sangat besar terutama di Lubuklinggau, Musirawas, Muara Enim, Lahat. Bahkan, luas lahan SMKN 1 Gelumbang saja mencapai 33 hektar, namun khusus perkebunan kelapa sawit hanya 2,5 hektar. Maka dari itu, kita coba menjajaki Kurikulum Kelapa Sawit agar siswa bisa diajarkan pola penanaman kelapa sawit secara modern agar menghasilkan produksi yang lebih besar,” kata dia dalam acara Pelatihan Teknik dan Manajemen Perkebunan Kelapa Sawit bagi Guru SMK Pertanian se Sumsel, yang berlangsung selama satu Minggu dari tanggal 6-12 Agustus 2018 di Hotel Imara Palembang. Selama ini, sambung Erlina, pihaknya masih kekurangan tenaga pengajar produktif terutama di bidang pertanian dan perkebunan. Oleh sebab itulah, Disdik Sumsel juga menggelontorkan Program Guru SMK yang dikirim ke sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. “Beberapa bidang konsentrasi sudah kita berikan kepada calon guru SMK seperti tata boga, tata busana dan teknik. Khusus seni kita kirim ke UTP dan untuk penguatan bidang pariwisata sudah kirim ke STP Sahid. Setelah enam bulan belajar di perguruan tinggi yang dituju, para penerima beasiswa itu kita kirim ke Jepang dan Australia. 1 minggu magang di sana dengan durasi 9 jam, mereka mendapat gaji hingga Rp10juta,” terangnya.
Dosen Agroteknologi Institut Pertanian Stiper Ir. Sri Manu Rohmiyati, M.Sc mengatakan, potensi kelapa sawit di Indonesia sangat besar, tercatat ada 14 juta hektar. Sementara prospek perkebunan kepala sawit di Sumsel juga sangat potensial dengan luas lahan mencapai 952.082 hektar dengan hasil 2,8 juta ton CPO. “Dengan luas lahan yang potensial itu, teknologi kita masih konvensional sehingga terdapat banyak ancaman yang dihadapi petani,” ujarnya.
“Efisiensi harga dan keberlanjutan menjadi suatu keharusan, untuk itu butuh SDM yang terampil dan kompeten, teknologi yang tepat dan ramah serta kelembagaan yang sehat dan mandiri, Untuk itulah, lewat pelatihan guru SMK terhadap kelapa sawit ini bisa memberikan pemahaman secara komprehensif terkait pengetahuan dan keterampilan mengenai manajemen dan teknik perkebunan kelapa sawit. Selain itu juga bisa memberikan berbagai entitas bisnis perkelapa-sawitan mulai dari hulu ke hilir, mulai dari bagian teknis agronomi hingga proses pengolahan hasil perkebunan kelapa sawit,” pungkasnya (Editor Jonheri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here