JODANEWS, SANTIAGO DEL ESTERO – Wartarwan MotoGP, Paolo Beltramo, menyebut pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, lebih buruk dari Valentino Rossi (Movistar Yamaha) ketika di lintasan balap. Hal tersebut ia utarakan lantaran insiden-insiden yang terjadi saat MotoGP Argentina yang secara garis besar berawal dari kesalahan Marquez.
Balapan yang berlangsung di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina, memang meninggalkan banyak cerita. Akan tetapi, cerita tersebut mengenai insiden-insiden yang berkutat dengan aksi Marquez di seri Argentina tersebut.
Insiden pertama terjadi ketika Marquez yang tidak mau menuruti pihak penyelenggara untuk memulai balapan dari pit lane. Hal itu karena sebelumnya motor yang digunakan pembalap asal Spanyol itu mengalami kemogokan. Alhasil, Marquez pun mendapatkan penalti untuk masuk ke pit lane ketika balapan berlangsung.
Insiden selanjutnya yang melibatkan Marquez adalah kala dirinya ingin segera berada di posisi terdepan, membuatnya melakukan segala cara. Kecepatan yang membabi buta itu membuat rider Tim Aprilia Gresini, Aleix Espargaro, hampir saja mengalami sebuah kecelakaan karena disenggol Marquez di tikungan ke-13 lap sembilan. Beruntung bagi Espargaro yang masih bisa mengendalikan motornya sehingga tidak berdampak terlalu buruk.
Titik puncak insiden Marquez adalah ketika pembalap berusia 25 tahun itu membuat Rossi terjatuh dari motornya. Kegilaan Marquez yang memacu motor balapnya itu pada akhinya memakan korban juga.
Marquez yang mencoba menyalip Rossi di posisi keenam menyenggol motor pembalap Yamaha itu. Alhasil, Rossi pun harus berusaha keras bangkit dan berhasil mencapai garis finis meski hanya menempati urutan ke-19.
Lantas, karena aksi-aksi yang diperlihatkan Marquez di balapan itu membuat Beltramo membandingkan rekan setim Dani Pedrosa itu dengan aksi-aksi yang pernah juga dilakukan Rossi sebelumnya. Ia dengan lantang menegaskan Marquez jauh lebih buruk dari Rossi ketika berada di atas lintasan balap.
“Menurut saya, Valentino (Rossi) sudah menemukan sosok yang lebih buruk darinya di lintasan balapan. Akan tetapi, hal tersebut hanya berlaku di atas lintasan saja, bukan di kehidupan sehari-hari,” ungkap Beltramo, seperti diwartakan Tuttomotoriweb, Jumat (13/4/2018). (Sumber Okezone.com)








