Home PALI Puluhan Ton Minyak Mentah Cemari Aliran Sungai

Puluhan Ton Minyak Mentah Cemari Aliran Sungai

206
0

#Diduga Kebocoran Line Pipe Tansfer Milik PT Pertamina Asset II Field Pendopo
Laporan RGN

PALI, Jodanews  -Di perkirakan puluhan ton minyak mentah mengaliri hulu sungai dua, yang berada di Desa Setia Jaya dan Desa Talang Akar, Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan (Sumsel). Limbah minyak mentah ini diduga berasal kebocoran line pipe transfer milik PT Pertamina Asset II Field Pendopo yang terjadi beberapa waktu lalu.

Sehingga menyebabkan air sungai yang berada di Dua Desa itu terkontaminasi berat oleh limbah minyak mentah akibat dari  kebocoran line pipe milik  PT. Pertamina yang di duga disabotase orang yang tidak bertanggung jawab. Namun sangat disayangkan, sepertinya pihak perusahaan minyak dan gas itu belum ada upaya untuk membersihkan dan mengangkat limbah tersebut dari permukaan air.

Padahal menurut warga setempat kejadian kebocoran line transfer dari Buster Jirak ke stasiun 10 itu sudah cukup lumayan lama, diperkirakan hampir satu bulan, warga khawatir nantinya minyak hitam yang berbau menyengat itu berdampak pada ekosistem yang ada, misalnya ikan dan hewan ternak milik warga yang ada dihilir sungai tersebut, karena tidak jauh dari lokasi itu terdapat pemukiman penduduk.

” Limbah ini dari pipe Pertamina yang bocor beberapa pekan lalu, namun hingga kini kami lihat belum ada tanda tanda dari perusahaan Pertamina untuk mengangkat dan membersihkan limbah ini dari permukaan air, padahal kebocoran line itu hampir satu bulan lamanya,” tutur Anto (35) salah satu warga setempat, Jumat (16/3).

Lanjut Anto, keberadaan limbah minyak pada air sungai tersebut tidak hanya mengancam kerusakan pada ekosistem flora dan fauna namun bisa berdampak pada kesehatan warga, karena mengingat sebagian besar warga kesehariannya mengkonsumsi air tersebut, juga banyak ternak sapi dan lain sebagainya.

Sementara pihak PT. Pertamina melalui Feri Prasetyo Wibowo selaku Asisten Manager (Asmen) saat dijumpai di halaman kantornya membenarkan ada kejadian pipe yang disabotase orang tidak bertanggung jawab, namun menurutnya pada saat kejadian kondisinya sedang hujan deras, akhirnya limbah itu menyebar.

” Kemarin pembersihan terkendala alat untuk masuk ke daerah-daerah, tadi pihak elnusa ke sini tanya kepada saya kalau untuk masukan alat seperti apa, kalau kita masukan alat berarti kita harus melewati lahan orang, nah itu komunikasinya seperti apa,” ujar Feri.

Menurut Feri, pihaknya saat ini sedang berupaya mencari solusi dengan menggelar rapat bersama manajemen, juga ada beberapa spot yang terkendala untuk membersihkanya karena musim hujan terbawa arus air penyebarannya agak jauh, selain itu dirinya mengaku belum memonitor tumpahan minyak mentah yang mengalir ke anak sungai dua. Namun akibat kejadian ini pihaknya sudah membuat laporan ke Polsek Talang Ubi. (Editor Jon Heri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here