Laporan Hasan Basri
PALEMBANG, Jodanews – Adanya instruksi yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) agar seluruh sekolah tingkat SMP dan SMA/SMK untuk tahun pelajaran 2018/2019 wajib melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 100 persen, sepertinya tidak untuk tingkat SMP. Pasalnya, saat ini dengan kewajiban UNBK SMP tersebut pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang belum sanggup 100 persen untuk melaksanakan UNBK.
“Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kota Palembang belum maksimal hanya berkisar 50 persen saja sekolah dapat melaksanakan UNBK pada tahun 2018. Alasannya, terganjal minimnya sarana dan prasarana penunjang yang dimiliki sekolah,”ungkap Kepala Bidang SMP Disdik Kota Palembang Drs. H. Herman Wijaya, Selasa (2/1/18).
Menurut Herman, untuk SMP tahun ini yang ikut UNBK hanya 40 persen negeri dan swasta, hal ini terkendala sarana, sebab penyedian komputer bagi sekolah penyelenggara UNBK harus sepertiga dari jumlah yang ikut ujian, karena ujian UNBK dilakukan tiga sesi dalam sehari harus selesai. “Jadi, untuk bisa wajib melaksanakan UNBK pihak SMP harus menumpang ke jenjang SMA dan yang masih dirasakan berat karena untuk menumpang ini pihak SMP harus mengeluarkan biaya tambahan.” Ungkapnya.
Dikatakan, Herman mengenai biaya sewa yang dimintak oleh pihak SMA. Pihak Disdik kota Palembang sendiri telah membuat surat kepada Disdik Provinsi Sumsel untuk meminta keringanan biaya sewa sarana dan prasarana. “Itulah yang jadi pertimbangan sekolah. Kalo siswa tidak mungkin karena siswa tidak boleh di pungut biaya,” terangnya.
Herman berharap, dengan surat permohonan yang dikirimkan ke Dinas Pendidikan Provinsi tersebut, pihak Dinas Pendidikan Provinsi bisa memberikan instruksi ke SMA-SMA untuk biaya sewa lebih murah. “Jadi pihak SMP tidak keberatan nantinya,” imbuhnya.
Dijelaskan, saat ini untuk jenjang SMP di Palembang yang siap dari sisi sarana untuk melaksanakan UNBK yakni ada sekitar 40 persen. “Jadi ada 60 SMP nanti yang akan numpang ke SMA untuk melaksanakan UNBK,” kata Herman.
Herman menambahkan, untuk target seratus persen UNBK di jenjang SMP ditargetkan Herman akan terealisasi pada tahun 2019. “Kemungkinan tahun 2019 mendatang baru bisa terealisasi seratus persen dengan adanya tambahan bantuan sarana komputer dari Pemerintah pusat,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksanaan UNBK tingkat SMP tahun Pelajaran 2017/ 2018 sendiri dilakukan pada akhir bulan Mei 2018 mendatang. Untuk pelaksanaan simulasi tahap pertama sendiri telah dilakukan pada awal Desember 2017 lalu dan simulasi tahap kedua akan dilakukan pada waktu Februari 2018,”pungkasnya (Editor Jon Heri)








