Laporan Iman Santoso
JODANEWS LUBUK LINGGAU, – Pemerintah Kota Lubuklinggau melalui Bagian Hukum Setda Kota Lubuklinggau menerima penghargaan sebagai Kota yang peduli terhadap Hak Asasi Manusia 2016. Penghargaan tersebut diserahkan Minggu, (10 /12 /2017 ) di Surakarta Solo, dihadiri langsung Presiden RI Joko Widodo dan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly.
Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe mengucapkan syukur atas diterimanya penghargaan tersebut kepada Kota Lubuklinggau. Untuk wilayah Kota Lubuklinggau selama ini, diakuinya sudah berupaya untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat diberbagai bidang.
Prestasi ini diharapkannya dapat terus ditingkatkan, maka dari itu berbagai element masyarakat diharuskan untuk saling mendukung satu sama lain demi terciptanya daerah yang peduli terhadap hak-hak manusia.
“Semoga, prestasi ini menjadikan kita lebih baik lagi, saling mendukung demi tercapainya Lubuklinggau yang peduli HAM,” Harap Wako. .
Sementara itu. Kabag Hukum, Hendri menerangkan, penghargaan ini diberikan atas kerja keras Pemkot dalam memperjuangkan hak-hak manusia. Diantaranya, Hak atas kesehatan, hak atas pendidikan, hak perempuan dan anak, hak atas kependudukan, hak atas pekerjaan, hak atas perumahan dan hak atas lingkungan yang berkelanjutan.
“Alhamdulillah, melihat kinerja Pemkot, Lubuklinggau dinilai cukup peduli terhadap HAM,” Ucapnya. .
Ditempat yang sama Presiden RI, Ir H Joko Widodo mengucapkan selamat dan apresiasi kepada kepala daerah dan kantor Wilayah Kemenkum HAM yang menerima penghargaan.
Dalam pidatonyo Presiden RI, Ir H Joko Widodo menyampaikan, Selain hak sipil dan politik, pemerintah juga harus menjamin hak sosial.
“Harus bisa melihat mulai dari masyarakat bawah, mulai dari kepentingan masyarakat bawah. Makanya saya sering turun ke masyarakat bawah untuk mendengar dan menggali aspirasi serta harapan masyarakat. Makanya saya selalu mengawal kebijakan dari hulu sampai hilir,” Jelas Joko Widodo.
Disampaikannya pula, Yang perlu dipahami yakni bukan seberapa banyak kebijakan yang dikeluarkan namun seberapa banyak dirasakan manfaatnya bagi masyarakat.
“Pemerintah terus berusaha keras agar masyarakat memperoleh pekerjaan dan berpenghasilan yang layak. Saya juga menyampaikan apresiasi kepada gubernur, bupati dan walikota yang mengembangkan daerah berwawasan HAM dan terima kasih kepada Komnas HAM dan aktivis HAM yang tidak berhenti memperjuangkan keadilan masyarakat. Saya mengakui masih banyak yang belum terselesaikan diantaranya pelanggaran HAM di masa lalu. Pemerintah berusaha maksimal untuk Indonesia yang adil, untuk Indonesia yang makmur dan untuk Indonesia yang sejahtera,” Tegas Joko Widodo.
Sementara itu Menkum HAM RI Yasonna Laoly berharap semoga momentum peringaran Hari HAM sedunia ke-69 dapat benar-benar melaksanakan perlindungan pemenuhan dan pemajuan HAM. Selain itu selalu terbangun kerja sama dan sinergi dari pemerintah pusat hingga daerah demi tercapaianya keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonedia.
“Komitmen pemerintah salah satunya adakah pelaksanaan Rencana Aksi Nasional HAM (RANHAM). Sebagaimana diketahui Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai komitmen tinggi dan akan terus melanjutkan RANHAM 2015 -2019 yang sudah memasuki generasi keempat,” Kata Menkum HAM.
Dilanjutkannya, untuk tahun 2017 aksi HAM di daerah sudah mencapai 52,26 %.
“Diharapkan di akhir tahun ini pwmerintah daerah mempercepat pelaksanaan aksi HAM hingga 100 %,” Tegas Menkum HAM. ( Editor Jon Heri)








