Laporan Hasan Basri
PALEMBANG, Jodanews – Program Jam ke Nol dengan sasaran siswa SMP dinilai belum dilakukan maksimal oleh sekolah. Padahal, program berbasis agama tersebut bertujuan untuk membentuk karakter siswa dengan penanaman nilai-nilai sebelum dimulainya proses kegiatan belajar mengajar (KBM).
“Nilai agama harus menjadi dasar bagi anak di sekolah. Apalagi penerapan jam ke nol di sekolah masih kurang aktif. Oleh sebab itu, Disdik Kota Palembang mengeluarkan edaran untuk SMP baik negeri maupun swasta harus terus mengaktifkan penerapan jam ke nol,” ujar Kepala Dinas Pendidikan, Kota Palembang H. Ahmad Zulinto SPd MM, kemarin.
Dia menjelaskan, program ini merupakan inisiasi pemerintah untuk mencegah krisis moral yang terjadi di kalangan pelajar. Metode program ini, siswa SMP yang jam sekolahnya masuk pagi siswa diharuskan datang sebelum jam 06.40.WIB. membaca ayat-ayat pendek. Pada saat pengajian guru yang mengajar jam pertama harus sudah berada di dalam kelas masing-masing.
Sementara, bagi siswa yang datang terlambat, harus diadakan pembinaan oleh guru BK/ guru lainnya. Untuk jam pertama KBM dimulai pada pukul 07.00.WIB “Saya menghimbau kepada kepala sekolah dan guru harus menerima pelaksanaan jam nol ini, karena program ini merupakan keputusan dari Walikota,” ujarnya Zulinto.
“Oleh karena itu, penerapan Jam ke Nol ini harus terus didukung dan terus diisi dengan kegiatan dan pendidikan agama yang dapat mendidik anak sehingga bermoral baik. Penerapan program tersebut agar keimanan siswa di tingkat SMP semakin baik dan mengurangi kegiatan negatif siswa seperti tawuran dan lainnya. Saya rasa tidak ada lagi masalah dengan program ini,” ucapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, pemerintah mempriorotaskan jam nol. Sebab dengan adanya jam ke nol itu bisa meningkatkan kedisiplinan, baik guru maupun siswa. “Jam ke Nol adalah salah satu program Pemkot Palembang untuk membentu karakter anak didik menjadi lebih baik,” ujarnya.
Lanjutnya selain itu untuk mendukung program pemerintah kota, Zulinto juga mengimbau agar sekolah senantiasa menjaga kebersihan lingkungan sekolah dengan menghidupkan kembali Jum’at/ Sabtu bersih pada saat jam-jam kosong. “Bagi sekolah yang KBM nya sore hari, agar dapat menyesuaikan dengan keadaan,”tukasnya (Editor Jon Heri)








