Home OGAN KOMERING ILIR (OKI) Permudah Akses Layanan Kesehatan hingga Pelosok

Permudah Akses Layanan Kesehatan hingga Pelosok

126
0

Laporan Gelek Jhon /Fitriadi/Humas

OKI, Jodanews – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten OKI meningkat dari tahun ke tahun. Peningkatan angka IPM di Kabupaten OKI terdongkran dari angka 63,87 di tahun 2014 menjadi 65,73 pada tahun 2016. Hasil ini ditunjang dengan ketersediaan pangan, air bersih, sanitasi, energi dan akses ke fasilitas kesehatan dan pendidikan.

Banyak terobosan yang dilakukan pemerintah daerah Kabupaten OKI untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakatnya.

Salah satu kemajuan yang patut diapresiasi adalah program 1 Desa 1 Poskesdes. Jumlah sarana kesehatan ditingkat bawah ini terus meningkat bahkan sudah tuntas di tahun 2017.

Bupati OKI H Iskandar SE mengatakan, program pemerintah daerah tidak hanya melakukan pembangunan fisik, juga mempercepat pembangunan pelayanan kesehatan masyarakat di pelosok desa. Salah satunya dengan membangun sarana dan prasarana poskesdes.

“Dengan adanya poskesdes, tentunya kesehatan masyarakat akan terjaga dengan baik,” kata Iskandar”.

Masih kata Iskandar, pembangunan daerah akan mudah dipercepat apabila didukung oleh masyarakat yang sehat.

Kepala dinas Kesehatan OKI H.M. Lubis SKM M.Kes mengatakan, hingga saat ini realisasi program satu desa satuposkesdes sudah selesai.

“Di tahun 2017 ini hanya menyisakan….Poskesdes. Insya Allah kita selesaikan” ujar Lubis.

Ditambahkan, program pemerintah untuk memberikan layanan kesehatan juga ditingkatkan pada fasilitas rujukan tingkat pertama, yaitu Puskesmas.

“Masyarakat yang dulunya susah mengakses layanan kesehatan, sekarang lebih dimudahkan. Program kesehatan sekarang pun lebih banyak berbasis keluarga, sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif,” kata Lubis

Pekerjaan rumah pemerintah adalah memperbaiki kekurangan dari sistem ini agar semakin baik ke depan. Terutama pemerataan akses layanan kesehatan bagi peserta di seluruh pelosok. Jangan sampai program ini hanya dinikmati segelintir orang di perkotaan, karena sulitnya akses terhadap fasilitas kesehatan (faskes) di daerah.

Tidak hanya jumlah yang diperbanyak, faskes tersebut pun harus dilengkapi peralatan, sarana, dan ketenagaan. (Editor Jon Heri)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here