Laporan Hasan Basri
PALEMBANG, Jodanews – Sejak dicanangkan tahun 2016 lalu oleh Kemendikbud Program gerakan 1 Desa 1 PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), ternyata belum maksimal diterapkan di Sumsel. Tercatat, dari 17 Kabupaten/kota di Sumsel hanya tiga kabupaten saja yang sudah mencapai target program unggulan Presiden RI Jokowi ini. Ketiga kabupaten tersebut yakni Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir (OI) dan Lahat.
Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Drs Widodo M.Pd mengatakan, sebenarnya program ini bisa terealisasi asalkan mendapat dukungan dari pemerintah setempat. Sayangnya pemerintah terkait belum bisa memaksimalkan pembangunan PAUD di setiap desa. “Kalau setingkat provinsi yang jadi bunda PAUD nya itu istri Gubernur, maka kalau di kabupaten itu harus istri bupatinya,” ujarnya.
Menurutnya, sangat penting adanya PAUD di setiap desa, mengingat usia dini merupakan masa emas bagi anak untuk mengembangkan bakat dan saraf motoriknya. “Kita targetkan 2018 harus sudah merata. Setidaknya mencapai 80 persen dari rencana awal. Makanya sangat penting bagi pemerintah untuk merespon PAUD ini di wilayahnya,” jelasnya.
Apalagi program ini sudah menjadi gerakan nasional untuk mencapai target penyediaan pendidikan yang berkualitas di Indonesia. Program ini dicanangkan untuk meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD yang di beberapa daerah di Indonesia masih di bawah rata-rata nasional. “Kalau untuk di Sumsel sendiri memang masih kekurangan, terutama di desa pelosok yang jauh dari pusat kota maupun ibukoya kabupaten. Saya harap mulai sekarang pemerintah kabupaten segera menganggarkan kebutuhan PAUD ini di setiap desa. Karena pasti setiap desa selalu ada anak kecil usia pra sekolah,” tegasnya.
Pihaknya juga sudah mendesak Dewan Pendidikan Sumsel agar bisa mengadvokasi walikota dan bupati untuk mengaggarkan PAUD ini diadakan di wilayahnya. “Anak-anak usia dini merupakan sumber daya manusia di Indonesia yang sangat potensial. Untuk itu saya imbau kepada Bupati di masing-masing kabupaten bisa saling bergandengan tangan membentuk anak-anak tersebut menjadi generasi muda yang sehat dan cerdas. Salah satunya adalah dengan cara mensukseskan gerakan Satu Desa Satu PAUD ini,” ungkapnya.
Sebab lanjutnya, Program satu desa satu PAUD merupakan kebijakan Kemdikbud yang sudah menjadi gerakan nasional untuk mencapai target penyediaan pendidikan yang berkualitas di Indonesia,”pungkasnya. (Editor Jon Heri)








