Home HL Warga Hadang Petugas BPN

Warga Hadang Petugas BPN

129
0

Laporan Meyda Sari

JODANEWS,- PALEMBANG –Ratusan warga yang tergabung dalam dua Kelurahan di Palembang, kompak berkumpul dan merapatkan barisan guna menolak adanya pengukuran tanah yang akan dilakukan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Palembang, Kamis (14/9/2017) pagi.

Ratusan warga tersebut berupaya untuk mencoba menghadang petugas dari BPN Kota Palembang yang diback up oleh petugas gabungan dari Polda Sumsel dan Polresta Palembang di Jalan Sakti Wiratama, Kelurahan Sri Mulya, Kecamatan Sako, Palembang.

Selain itu ratusan warga juga berusaha menghadang pintu masuk di Simpang Purwo, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Sako Palembang. Kedua Jalan masuk tersebut dihadang para warga dengan menggunakan potongan kayu dan sejumlah sepeda motor.

Dimana di dalam orasinya, salah satu warga yang mewakili dua kelurahan tersebut, bernama Drs Erwin Majid, menyampaikan bahwa warga semua menolak adanya pengukuran tanah yang akan dilakukan oleh BPN kota Palembang.

“Tanah ini milik warga bukan milik H Halim. Kami mempunyai sertifikat, jadi tidak ada istilah pengukuran. Intinya kami semua disini menolak pengukuran tanah tersebut,” tegasnya.

Masih dikatakannya, total tanah yang disengketakan tersebut seluas 405 hektar dengan total kepala keluarga berjumlah 8 ribuan. Dengan rincian Kelurahan Sukamulya sebanyak 3 ribuan kepala keluarga, dan Kelurahan Sri Mulya sebanyak 5 ribuan kepala keluarga. Terlihat suasana di dua kelurahan yaitu Kelurahan Sri Mulya dan Sukamulya yang berada di Palembang, dimana saat dilakukan jalannya pengukuran tanah ini hampir saja berujung ricuh.

Namun, saat akan ricuh, Direktur Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sumsel, Kombes Pol Prasetijo Utomo, berupaya menjelaskan kepada warga, bahwa pengukuran tanah ini akan tetap dilakukan. ” Kami akan tetap melakukan pengukuran tanah seluas 355 hektar di dua kelurahan,”katanya.

“Pengukuran ini masih tetap akan kita lakukan, karena ini untuk kepentingan penyelidikan. Jadi kita akan tetap lakukan pengukuran hari ini,” kata Prasetijo saat bernegosiasi dengan ratusan warga. Kamis (14/9/2017)

Tak hanya itu, ucapan Direskrimum Polda Sumsel tersebut juga sempat memancing warga. “Kita tetap tolak pengukuran,” teriak ratusan warga dua Kelurahan tersebut dengan kompak.

Hingga berita ini diturunkan negosiasi antara pihak kepolisian dan ratusan warga di dua Kelurahan masih terus berlangsung. Diketahui dalam pengamanan pengukuran tanah ini, turut dilibatkan personil Polda Sumsel yang menurunkan petugas dari Brimob Polda Sumsel, dan anggota dari Polda Sumsel, Polresta Palembang, serta Polsek Sako Palembang. (Editor Jon Heri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here