Home HL PPS UIN Buka Prodi Islam Interdispliner

PPS UIN Buka Prodi Islam Interdispliner

156
0

Laporan Hasan Basri

PALEMBANG, Jodanews – Berdasarkan Peraturan Menteri Agama 53/2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja UIN Raden Fatah Palembang Seluruh program studi (prodi) yang dikelola Program Pascasarjana (PPs) UIN Raden Fatah Palembang diserahkan kepada fakultas. Dalam peraturan tersebut, seluruh progran studi yang dikelola PPs diserahkan ke Fakultas. “Sekarang sudah kita serahkan ke Fakultas seperti Prodi Hukum Tata Negara (HTN) diserahkan ke Fakultas Syariah, Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Manajemen Pendidikan Islam (MPI) ke Fakultas Tarbiyah, Sejarah Peradaban Islam (SPI) ke Adab, Ilmu Quran wa Tafsir (IQT) ke Ushuluddin. Sementara Ekonomi Syariah belum siap diserahkan, namun tahun depan mau tidak mau harus diserahkan,” papar Wakil Direktur PPs UIN Raden Fatah DR Abdurrahmansyah MAg, Rabu (26/7).

Dia menilai, peralihan prodi ke Fakultas dinilai tepat karena jenjang kurikulum lebih berkembang dan efektif. Selain itu, penyusunan kurikulum lebih linear dengan konsentrasi pendidikan sebelumnya sehingga mahasiswa lebih fokus dalam mendalami ilmu yang sedang dipelajari. “Untuk sementara waktu ini lebih ke administrasi dulu, sedangkan ruang kuliah masih menggunakan gedung PPs,” ujarnya.

Saat ini, PPs UIN Raden Fatah tetap menyelenggarakan pendidikan. Kampus berbasis Islam sedang membuka Prodi Islam Interdispliner. Program ini berkaitan dengan pendekatan dalam pengkajian Islam dengan berbagai macam ilmu. Rencananya ada 12 konsentrasi yang akan dibuka di antaranya Islam dan Gender, Islam dan Lingkungan Hidup, Pedagogi dan Keguruan dan lainnya. “Kami sudah persentasi ke Kemenag; sekarang masih menunggu SK dari menteri. Namun bisa dipastikan tahun ajaran baru sudah bisa buka kelas,” ujarnya

Meski sudah dialihkan ke Fakultas, sambung Abdurrahmansyah, pihaknya masih membuka pendaftaran mahasiswa baru. Tercatat ada 250 calon mahasiswa yang mendaftar dan akan mengikuti sejumlah tahapan seleksi seperti tes tertulis (Bahasa Arab, Bahasa Inggris, TPA, Wawasan Keislaman) dan wawancara. “Khusus wawancara lebih fokus pada penelitian tesis yang akan diteliti serta memastikan punya kemampuan menyelesaikan studi. Walaupun proses pendaftaran mahasiswa kita yang buka, tetap nanti dialihkan ke Fakultas,” tukasnya. (Editor Jon Heri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here