Ican Mengaku Pihaknya Sudah Kerjasama Dengan Pemerintah
Laporan : Meida Sari
PALEMBANG, Jodanews – Pasca dilaporkan oleh Direktur PT Smart Akses Informasi, Evi (41) ke Polresta Palembang karena diduga telah merebut lahan parkir di Jakabaring Sport City (JSC) Palembang angkat bicara mengenai laporan tersebut, Rabu (5/7/2017).
Akhirnya, terlapor Haristian alias Ican angkat bicara kerena menurutnya laporan yang dilayangkan kepadanya karena diduga merebut lahan parkir tersebut dinilai kurang tepat. Sebab, tudingan ketika ia datang pada, Minggu (2/5/2017) lalu bukanlah merebut tetapi menanyakan prihal masa kontrak PT Smart yang telah usai terhitung 30 Juni lalu. “Jadi kita ke sana kemarin itu datang menanyakan kontrak mereka habis sesuai surat dari BPKAD Sumsel,”terangnya.
Perihal masalah kontrak PT Smart habis pada 30 Juni kemarin bukan pihaknya mengada-ada. Pernyataan itu sesuai amanat yang ia dapatkan dari mantan kepala BPKAD Sumsel, Laonma Tobing ketika ditemui di LP Pakjo Palembang sekitar satu bulan lalu. “Jadi kita ketemu dengan pak Laonma itu satu bulan yang lalu. Jadi beliau sendiri yang bicara kalau PT Smart habis izin operasionalnya,” ungkap Ican.
Disingung masalah pernyataan Evi bahwa pihaknya telah memperpanjang kontrak selama satu bulan juga tak diketahui pasti oleh Ican. “Intinya di saat kekosongan itu kita harap mereka gantian dengan pihak lain untuk mengelola JSC. Apalagi selama mereka beroprasi banyak dana lebih itu tidak jelas kemana bukan masuk ke APBD,” ungkapnya.
Sebelumnya, merasa tidak terima lahan parkir yang dikelolanya dikomplek Jakabaring Sport City (JSC) Palembang diserobot oleh Ican dan kawan-kawan, membuat Evi (41) selaku Direktur PT. Smart Akses Informasi mendatangi Mapolresta Palembang guna melaporkan pelaku, Senin (3/7/2017).
Dihadapan petugas ia menceritakan, pihaknya telah menjalin kerjasama dengan Pemprov Sumsel melalui Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah (BPKAD) untuk mengelola parkir dikomplek JSC Palembang. Lalu tanpa alasan jelas tiba-tiba Ican Cs mengaku bahwa mereka telah ditunjuk langsung oleh pemerintah untuk mengelola lahan parkir tersebut. “Kami ini kan sah sudah kontrak dengan pemerintah kenapa dia tiba-tiba mengaku bahwa lahan itu mereka yang berhak mengelolanya,”tukasnya. (Editor Jonheri)








