Laporan : Cindra
MUBA, Jodanews – Guna mencari solusi terkait kelanjutan status keberadaan Yayasan Politeknik Sekayu. Yayasan Muba Sejahtera dan Politeknik Sekayu (Polsky) kembali menggelar audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, diruang rapat Randik Sekda Muba, (3/4/2017). Rapat audinsi tersebut dihadiri Plt Sekda Muba Drs H Apriyadi MSi, Asisten I Setda Muba H Rusli SP MM, Kepala Bappeda Muba H Yusuf Amilin MM, dan jajaran Pembantu Direktur I dan II Polsky. Ketua Yayasan Polsky, H Hairad Sudarso melaporkan hambatan Polsky yaitu, status gedung rektorat, kelas dan laboratorium Refrigrasi tata udara yang berdiri pada lahan milik Departemen Tenaga Kerja.
10 Hektar lahan yang dipersyaratkan minimal belum bersetifikat semua, Yayasan Muba Sejahtera pada tahun 2015 sudah mengirimkan surat penegerian tetapi di tolak secara tertulis oleh Dirjen Dikti. Belum adanya audit terhadap aset Politeknik Sekayu oleh akuntan publik. Sejak era pemerintah Presiden Joko Widodo tidak satupun Perguruan Tinggi Swasta yang di proses menjadi Perguruan Tinggi Negeri. Politeknik Sekayu tidak mempunyai sumber dana lain selain dari APBD Kabupaten Muba. Sementara itu, menurut Plt Sekda Muba Drs H Apriyadi MSi mengatakan bahwa konsep awal berdirinya Polsky tahun 2007 pada dasarnya memang gratis, namun tidak sepanjangnya gratis karena akan terbentur pada aturan. Sebab tidak semua kabupaten/kota di Indonesia memiliki perguruan tinggi, oleh karena itu aturan mengatur tidak boleh lagi Polsky dibiayai dengan dana hibah. Dengan demikian untuk menyelesaikan permasalahan status Polsky ini opsi yang dipilih ialah menswastakan status Polsky.
“Dengan keadaan yang sekarang tentu saja sangat disayangkan jika Polsky dibubarkan, oleh karena itu kedepan kita arahkan sistem beasiswa dan berbayar untuk Polsky, karena seperti yang dilaporkan pihak Polsky untuk penegrian sendiri sulit dikarenakan moratarium, satu-satunya jalan ialah kita menswastakan status Polsky, dengan begitu Polsky harus berbenah dengan meningkatkan kualitas sehingga SDM lulusan Polsky mampu mempunyai daya saing di dunia kerja nantinya, tukasnya. Ditambahkannya pula bahwa, “tujuan digelarnya rapat pertemuan ini untuk mengkoordinasikan antara pengurus yayasan dengan Pemerintah kabupaten Muba, kita akan selesaikan terkait kejelasan kepemilikan aset yang ada di Polsky, untuk itu tugas kita bersama harus menyelesaikan permasalahan ini, dalam mencari solusi kita jangan sampai mengambil kebijakan yang melanggar aturan dan hukum, imbuhnya.(Editor Jonheri)
.









