Laporan Zoel
Muara Enim, jodanews—Pembangunan 97 unit perumahan desa tertinggal jenis panggung kayu untuk masyarakat yang tidak mampu hingga awal tahun ini belum selesai dipertanyakan Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM) Gerhana Muara Enim.
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerhana Muara Enim Mukhlis mengatakan, “Proyek realisasi perumahan di tiga desa dari dalam kecamatan Tanjung Agung kabupaten Muara Enim melalui Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan ini diduga terindikasi penyimpangan.
“Logikanya jika proyek ini dianggarkan ditahun 2016 kenapa belum selesai lantas bagaimana dengan teknis dan serah terima rumah atau PHO nya. Hal ini bahwa pengadaan kayu untuk pembangunannya juga terindikasi tak sehat. “ungkapnya.
Karena diduga pihak Dinsos Provinsi sumsel memerintah oknum didesa tersebut untuk membeli kayu hasil penebangan di lokasi dekat perumahan. Ini jelas ada indikasi tak sehat.
“Seharusnya jika menggunakan anggaran yang jumlahnya miliaran rupiah tentu secara profesional dan proporsional pihak Dinas Sosial dapat menggandeng pihak lain untuk pengadaan kayu dan papan sebagai bahan utama rumah tersebut. “pungkasnya. (Editor: Elan).








