Home HL Tak Terima Sudah Di Pukuli,  Romli Lapor Polisi

Tak Terima Sudah Di Pukuli,  Romli Lapor Polisi

128
0
Laporan Meida Sari

PALEMBANG, Jodanews  – Pasa tidak terima, karena rumah dinas PJKA yang ditempati anaknya di foto-foto pegawai PJKA, membuat Supratman (54), Rendi Oktavia (24) dan Marta Nopandi (22) yang masih satu keluarga ini menganiaya korban  Romli (46) yang mendampingi pegawai PJKA untuk mengambil foto rumah dinas tersebut.

Rendi yang pertama kali melihat Romli sedang memoto rumah dinas yang ditempati sang kakak, langsung mengejar Romli dan memukulinya. Melihat sang anak memukuli korban Romli, tanpa ada pertanyaan Supratman dan Marta juga langsung memukuli korban hingga babak belur.
“Korban tidak bilang kalau dia mendampingi pegawai PJKA, karena saat dia datang langsung mengambil foto saja. Memang itu rumah dinas milik PJKA yang ditempati anak saya, kami ikut juga ikut menumpang tinggal di sana,” ujar Supratman saat diamankan di Polsek IT II Palembang, Kamis (1/12).
Warga Jalan M Ruslan Perum PJKA Kelurahan 8 Ilir Palembang ini, tak menyangka memukuli korban Romli (46) warg Jalan M Ruslan Lorong Bluntas Raya Kelurahan 8 Ilir Palembang yang mendampingi karyawan PJKA untuk mengecek rumah yang ditempati anaknya tersebut.
Karena, menurutnya korban yang mendampingi pegawai PJKA mengambil foto rumah dinas yang ditempati anaknya mau akan melakukan pencurian motor di rumah anaknya tersebut. Terlebih, saat mengambil foto rumah dinas pada siang hari dalam kondisi yang sedang sepi.
“Di dekat rumah dinas itu anak saya, saya juga bekerja sebagai tukang parkir. Karena motor ditempat aku bekerja itu sudah hilang dua kali, makanya ketika melihat ada orang sedang memoto rumah langsung saya kejar,” pungkasnya.
Kapolsek IT II Kompol Hadi Wijaya didampingi Kanit Reskrim Ipda Yundri menuturkan, ketiga tersangka yang merupakan masih satu keluarga ini ditangkap setelah korbannya melaporkan kejadian pemukulan terhadapnya ke Polsek IT II Palembang.
“Korban ini diminta pegawai PJKA untuk mendampingi mengambil foto rumah dinas PJKA untuk diinvetarisir dari pimpinan PJKA. Tetapi, para tersangka ini tersinggung merasa rumah yang mereka tempati di foto. Sehingga melakukan pemukulan terhadap korban hingga babak belur,” ujarnya. (Editor Jon Heri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here