Laporan Meida Sari
PALEMBANG, Jodanews – Setelah selama tiga hari dalam pencarian korban terjun dari atas Jembatan Ampera, akhirnya jasad Ardiansyah (28), warga Jalan Pangeran Ayin, Perumahan Kenten Indah, Blok B No. 30, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sako Palembang, yang nekad terjun dari atas Jembatan Ampera, Minggu (30/10) sekitar pukul 11.00 WIB, ditemukan tim gabungan dari Satpolair Polresta Palembang dan Basarnas. Saat ditemukan tim gabungan yang terdiri dari Satuan Pol Air Polresta Palembang dan Basarnas, tubuh Ardiansyah sudah mengapung dengan posisi tertelungkup didekat dermaga Satuan Pol Air Polresta Palembang yang terletak di Pelabuhan Boom Baru, Selasa (1/11) sekitar pukul 12.00 WIB. Menurut keterangan dari Kasat Pol Air Polresta Palembang, Kompol Heri Lawalata, setelah dilakukan penyisiran, selama tiga hari untuk mencari tubuh korban, terhitung Minggu (30/10) hingga Selasa (1/11), akhirnya tubuh korban Ardiansyah ditemukan berada di dermaga Satuan Pol Air Polresta Palembang. “Saat ditemukan posisi (korban) sudah mengapung dan masih mengenakan pakaian lengkap, yakni celana jin dan aksesoris lengkap saat korban terjun ke Sungai Musi,” jelasnya Heri, saat ditemui di RS Bhayangkara Palembang, Selasa (1/11). Dikatakan Heri, jarak korban ditemukan dari Jembatan Ampera sekitar ada 500 meter. Pencarian selama tiga hari tersebut, melibatkan Basarnas Sumsel sebanyak 15 personil dan Satuan Pol Air Polresta Palembang sebanyak 5 orang. “Baru kita temukan setelah tiga hari pencarian, dikarenakan ombak di sungai musi sedang tinggi. Hal ini diakibatkan karena curah hujan yang melanda Palembang sedang tinggi-tingginya,”‘tuturnya. Sementara itu, KabidDokkes Polda Sumsel, Kombes Pol Soesilo Pradoto mengutarakan, berdasarkan hasil visum yang dilakukan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Keluarga korban juga mengenali korban dan saat terjun ada pihak keluarga yang melihat kejadian,” katanya. Saat ditemukan dan dibawa ke RS Bhayangkara Palembang, dikatakan Soesilo, korban menggunakan pakaian lengkap, berambut panjang dan gondrong dengan panjang sekitar 10 cm, memakai gelang di tangan sebelah kanan dan cincin mata biru dan putih di jari kanan. Selain itu, dalam kantong korban bagian kanan juga ditemukan obat pelangsing tubuh, yang sudah mencair dan diduga sudah larut dengan air. Karena korban sudah berada di sungai musi selama tiga hari,” ungkapnya. Terpisah menurut keluarga korban, Amirul (56), yang merupakan paman korban, mengatakan, jika dirinya mengetahui kalau jasad Ardiansyah sudah ditemukan, informasi dari Satpolair Polresta Palembang. “Saya ditelpon oleh anggota Polair, dan mengatakan kalau jasad Ardi sudah ditemukan. mendapat telpon tersebut, kami langsung ke RS Bhayangkara Palembang, untuk mengeceknya. Setelah di cek benar itu Ardi,” ujarnya saat di RS Bhayangkara Palembang. Menurutnya korban ini, orangnya pendiam, dan juga suka bergaul sama tetangga, tetapi akhir-akhir ini, Ardi memang suka merenung dan menyendiri seperti lagi ada masalah. Masih dikatakannya sebelumnya dari pihak keluarga tidak ada pirasat apapun mengenai Ardi,”jelasnya. “Karena Minggu (30/10), korban pergi ke Plaju untuk jalan-jalan bersama ayahnya. Namun saat hendak pulang si korban berkata “yah bawa motornya pelan-pelan saja”. Ketika sampai di atas ampera korban meminta kepada ayahnya untuk berhenti sebentar, karna ingin membuang ludah. Tidak taunya korban malah lompat ke sungai musi. Tambahnya, korban hanya diminta untuk visum saja, tidak dilakukan autopsi. Selanjutnya untuk korban rencananya akan dimakamkan di Desa Jejawi, Kabupaten Oki, bersama dengan makam keluarga lainnya,” bebernya. (Editor Jon Heri)








