Home HL Acara Melemang Adat Istiadat Desa Karang Raja

Acara Melemang Adat Istiadat Desa Karang Raja

141
0
Jpeg

Laporan : zoel

MUARA ENIM, Jodanews-–Acara adat istiadat Melemang Desa Karang Raja Dengan tema memperingati 10 Muharram 1438 H kita tingkatkan rasa keimanan, ketaqwaan serta syair agama islam untuk menjadi umat yang bertaqwa yang diadakan tiap tahun di desa karang raja begitu meriah, dengan iringan lagu Qasidah, Senin Malam (10/10/2016). Tradisi acara ini luar biasa ramai sekali, desa yang terdiri atas 5 kampung ini, memiliki lebih dari 2000 Kepala Keluarga. Dan setiap kepala keluarga diwajibkan membuat lemang. Bupati Muara Enim menyumbang 100 kg ketan untuk Lemang. acara melemang diisi dengan tarian melemang dan Qasidah, serta berbagai acara lainnya. Sepanjang Jalan Karang Raja padat dan ramai. karena begitu besarnya antusias warga merayakan tradisi melemang, baik dari dalam kampung sendiri, maupun orang dari luar desa. Setiap orang yang datang berkunjung pasti akan mendapatkan lemang dari warga. Lemang adalah makanan yang terbuat dari campuran beras ketan dan kelapa parut, yang dicampur juga dengan isi pisang atau udang atau bawang, dimasukkan kedalam bambu berukuran 30 cm atau lebih panjangnya. Kemudian dipanggang di atas bara api. Namun, karena waktu memasaknya yang terlalu lama maka direbus terlebih dahulu baru kemudian dibakar. Dihadiri Wakil Bupati H.Nurul Aman SH, Sekretaris Daerah Muara Enim Hasanuddin M.Si, Wakapolres Muara Enim Kelompok M.Adil, Danyon 141, Dandim 0404 Muara Enim, Ketua DPRD Muara Enim Aries HB, Anggota DPRD Muara Enim Kasman MA, Faisal Anwar, Kepala Dinas Bina Marga Muara Enim. Kepala Dinas Cipta Karya Muara Enim, Camat Muara Enim, BPD, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat.
Kades Marsisyani Adi Mengatakan “Melemang di desa karang raja ini, sudah dilakukan tiap tahun, sudah menjadi budaya desa kita, tidak mungkin dilupakan, tidak mungkin tidak dilaksanakan. Karena ini adalah gerakan masyarakat, Melemang ini bukan cuma untuk kita makan, di desa kita ini tidak ada yang tidak melemang, seluruh tiap rumah tiap Kepala Keluarga, minimal dihitung paling kecil per Kepala Keluarga ( KK ) paling tidak 200 batang, itupun habis terbagi malam ini keseluruh tetangga, famili. “Disamping itu ada budaya historisnya bagi desa Karang Raja berkaitan 10 Muharam malam ini acara puncak, acara adat, besok malam kita adakan sedekah di masjid. Panitia sudah siapkan 400 batang lemang untuk tamu tamu dari pejabat yang hadir pada malam ini, dana nya kita buatkan proposal ke perusahaan perusahaan, PTBA. “Terangnya. Wakil Bupati Muara Enim H.Nurul Aman, SE Mengatakan “Memperingati adat istiadat desa karang raja dengan tema 10 Muharram 1438 H kita tingkatkan rasa keimanan, ketaqwaan serta syair agama islam untuk menjadi umat yang bertakwa. Saya secara pribadi Mengucapkan terima kasih dan sebesar besarnya kepada seluruh masyarakat desa karang raja yang telah memperingati adat istiadat turun menurun dari mulai leluhur sampai saat ini telah dilaksanakan. Adat Istiadat ini tentunya terus kita perjuangkan terus kita lestarikan jangan sampai pudar atau hilang karena zaman sekarang sudah canggih. “Disamping adat istiadat melemang ini mari kita bersama sama untuk mengevaluasi masalah di desa ini apa yang telah kita bangun apa yang sedang kita bangun apa yang akan kita bangun artinya mari kita awasi bersama sama. “Ungkapnya. Lanjutnya “Tentu tadi apa yang telah disampaikan oleh kepala desa masalah melemang ini setiap tahun hampir setiap rumah lebih kurang 200 lemang artinya banyak menggunakan buluh, kami akan menghimbau PTBA melalui dinas kehutanan apalagi buluh ini perlu ditanam dipinggir sungai. Desa Karang Raja juga ini menjadi icon makanan dari pada kabupaten muara enim yaitu desa karang raja khususnya ada lemang. Warga Desa Karang Raja Agus Mengatakan “Kami warga desa karang raja, sangat senang sekali dengan di hadiri wakil bupati Muara Enim, Ketua DPRD serta anggota DPRD, Dandim, Danyon, dan pejabat lainnya yang menyemarakkan acara adat istiadat desa kami yaitu melemang. Dimana acara adat istiadat melemang ini yang dilakukan tiap tahun sekali begitu meriah dan semarak serta ramai, karena dari desa desa juga banyak yang datang ke desa kami. (Editor Jonheri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here