Laporan Pendam II Swj
PALEMBANG, Jodanews – Kodam II/Swj bekerja sama dengan PT. PLN (Persero), melaksanakan pembekalan pelatihan pendidikan dasar kedisiplinan (Diksarlin) kepada 194 karyawan baru PLN (Persero) Tahun 2016 bertempat di Markas Ajendam II/Swj Sekojo, Palembang, Senin (5/9/2016). Kegiatan pelatihan Diksarlin ditandai dengan upacara pembukaan Aspers Kasdam II/Swj, Kolonel Inf Lilik Sudaryani, yang mewakili Pangdam II/Swj Mayjen TNI Sudirman, S.H., M.M.
Hadir pada kesempatan tersebut, Kepala PT. PLN (Persero) Palembang beserta Staf, para Pejabat Kodam II/Swj, para Pembina, pelatih dan tamu undangan lainnya. Pangdam II/Swj Mayjen TNI Sudirman S.H., M.M. dalam amanat tertulis yang dibacakan Aspers Kasdam II/Swj mengatakan bahwa kegiatan Diksarmil memiliki nilai dan tujuan yang sangat penting dan strategis bagi karyawan baru PT. PLN Persero, mengingat bidang ketenagalistrikan menyangkut hajat hidup orang banyak, bersentuhan langsung dengan kepentingan umum, dan menjadi salah satu objek vital nasional yang bersifat strategis. “Oleh karenanya, PT. PLN Persero harus di awaki oleh karyawan, yang benar-benar profesional dibidangnya, memiliki disiplin, integritas, mentalitas, dan loyalitas yang tinggi serta mampu bekerja dengan penuh totalitas dan kesungguhan”, jelasnya. Menurut Pangdam II/Swj, kegiatan Diksarlin yang akan berlangsung selama 10 hari (tanggal 5 s.d 14 September 2016) ini memiliki 4 sasaran yakni, pertama, terciptanya kualitas SDM yang memiliki disiplin dan loyalitas yang tinggi serta mampu memupuk kebersamaan dan kerja sama yang terpadu berdasarkan integritas dan rasa memiliki terhadap PT PLN Persero. Kedua, terbentuknya SDM yang memiliki disiplin dan dedikasi yang tinggi serta Espirit de Corps atau jiwa korsa dan kerja sama yang baik. Ketiga, terbentuknya kepribadian yang memiliki kesiapan mental dan fisik serta pengetahuan dan kemampuan untuk meningkatkan kinerja, dan keempat terbentuknya SDM yang memiliki tanggung jawab terhadap setiap tugas yang di berikan. Para Karyawan baru PLN jalur Pelaksana tingkat SMK ini, selain diberikan materi tentang ketaqwaan, kedisiplinan, loyalitas dan jam pimpinan, juga pembekalan tentang Wawasan Kebangsaan, Kepemimpinan, Bela Negara, Proxy War, UU RI No 24 tahun 2004 tentang Bendera, Bahasa, Lambang Negara dan Lagu Kebangsaan, Tertib Berlalu Lintas dan Penyalahgunaan Narkoba serta materi bidang keterampilan yang meliputi, Peraturan Baris Berbaris, Peraturan Penghormatan Militer, bela diri militer, Mounteneering dan Simulasi Permainan. “Pembentukan sikap bela negara harus dilakukan sedini mungkin dengan memupuk kecintaan pada tanah air, kesadaran berbangsa, bernegara Indonesia, menghayati dan mengamalkan Pancasila serta UUD 1945, sehingga memiliki sikap mental yang menyadari akan hak dan kewajiban serta tanggung jawabnya sebagai warga negara yang rela berkorban untuk membela bangsa dan negaranya”, pungkasnya. (Editor Jon Heri)








