Laporan : Idham
LAHAT, Jodanews-Selama ini Jembatan Kebur masih kokoh menahan beratnya beban kendaraan dump truk yang muatannya melebihi kapasitas bebas lalu lalang di jembatan kebur melakukan aktivitasnya tanpa memikirkan kondisi jembatan yang sudah terbilang tua dan keropos, namun dari pihak asosiasi transportir diam tidak ada tindakan atas banyaknya kendaraan dump truk angkutan batu bara yang melebihi kapasitas, kini ketika diketahui jembatan kebur hampir ambruk dan berlobang. Ketua umun Asosiasi transportir batu bara Sumatera Selatan IR.H.Hudson Arfan diduga cuci tangan dengan menghimbau agar perusahan mematuhi kesepakatan bahwa muatan batu bara hanya menggunakan mobil dengan tonase 10 ton. Ketika dihubungi wartawan via hand phonenya, Hudson dengan tegas menghimbau agar semua perusahaan yang melakukan kegiatan angkutan batu bara dengan kendaran truk hanya mengisi 10 ton saja. Sebab dengan terjadinya kerusakan Jembatan Kebur sudah pasti kekuatan daya tahan jembatan sudah menurun, jika muatan kendaraan batu bara tidak dikendalikan maka akan berdampak semakin parahnya kerusakan jembatan, katanya. Masih kata Hudson bahwa Asosiasi transportir batu bara hanya mengkontrol mobil anggkutan kecil yang bermuatan 10 ton, jika ada mobil yang melebihi itu maka sudah pasti di luar kontrol organisasi, katanya. (Editor Jonheri)








