Laporan : Idahm
LAHAT, Jodanews– Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lahat, kembali mendapat protes dari para pasiennya. Jika sebelumnya pasien keluhkan masalah kursi roda, maka kali ini beberapa pasien mengeluh kosongnya alias tidak ada air di bak-bak penampung air di kamar mandi dan toilet zal RSUD tersebut.
Rus, salah seorang keluarga pasien hari ini melampiaskan kekesalannya terhadap kondisi RSUD Lahat. Yang mana menurut dia, ia dan beberapa pasien lainnya sejak pagi hingga sore hari, tidak bisa mencuci apapun, termasuk juga buat kebutuhan buang air. “Tolong beritakan rumah sakit umum kita lahat ini, setiap hari setiap malam kehabisan air dan wc ada yg rubuh tidak diperbaiki WC juga tersumbat, sehingga semua pasien mengeluh. Jangankan mau mandi dan mencuci piring, sedangkan pasien mau nyuci abis kencing saja susah, karena tak ada air nya”, keluh Rus. Oleh karena itu, ujar Rus. Dirinya meminta kepada wartawan selaku kontrol sosial, agar pihak media datang ke RSUD guna mendengarkan keluhan pasien dan mengambil photo-photo bak-bak penampungan air di setiap zal yang tidak ada airnya itu. “Tolonglah nian pak wartawan beritakan. Sebab kondisi ini menyangkut nasib dan penderitaan rakyat. Khususnya para pasien dan keluarganya yang masuk RSUD kita Lahat ini”, pinta Rus, saat pewarta mendatanginya disalah satu zal yang ada. Sementara itu, Direktur RSUD Lahat, dr. Hj Laila Cholik membantah jika kondisi RSUD Lahat seperti yang dilaporkan oleh pasien itu. Menurut dia, pihak RSUD milik Pemkab Lahat itu telah melakukan pengisian air secara kontinyu setiap harinya. “Terimakasih masukannya. Untuk air InsyaAllah untuk kebutuhan pasien cukup. Kami paling sedikit 3 kali menghidupkan pompa air untuk memenuhi kebutuhan. Untuk keluarga pasien diharap tidak mencuci di ruangan, karena memang tidak diperbolehkan”, jawab Laila, saat dikonfirmasi pewarta via SMS. Air di bak penampungan itu, kata Laila. Hanya untuk keperluan pasien. Sedangkan untuk WC, disebutkan Laila, pihaknya merasa tidak ada yang diabaikan. Yang buntu, dikarenakan safetytanknya penuh. Sudah beberapa kali dilakukan penyedotan. Jadi disimpulkan, pembuatan safetytank baru dan sekarang sedang dikerjakan. “Untuk WC yang rusak, tidak ada pembiaran. Sudah seminggu ini dilakukan perbaikan. Jadi InsyaAllah tidak ada pembiaran”, terang Laila, lagi. Kendati demikian, Laila tak mengelak kalau untuk hari ini. Bak-bak penampung air itu memang sedang kosong, hanya saja ia menyebut jika kekosongan air di bak, itu lantaran PDAM yang tidak jalan. “Untuk hari ini PAM Gunung Gajah macet, jadi kami sudah menghimbau kepada pasien jangan terlalu banyak penjaganya dan jangan mencuci, air PDAM sedang macet”, ungkap Laila. (Editor Jonheri)








