Home HL Oknum Guru Berbuat Mesum Dengan Pelajar SMP

Oknum Guru Berbuat Mesum Dengan Pelajar SMP

153
0

Laporan: Idham

LAHAT,Jodanews– Dunia pendidikan di Kabupaten Lahat kembali tercoreng akibat ulah oknum guru berstatus PNS, AT, berbuat mesum dengan anak dibawah umur berisial Rj, warga Kecamatan Kikim Selatan yang masih berstatus pelajar kelas VIII salah satu SMP Negeri di Kabupaten Lahat. Perbuatan tak senonoh itu dilakukan keduanya didalam mobil Innova milik AT, Selasa (21/6) pukul 15.00 WIB. Perbuatan mesum terhenti, karena kepergok anggota Polsek Kikim Timur di Jalan Lintas Desa Gunung Kerto, Lahat. Kapolres Lahat AKBP Rantau Isnur Eka, SIK melalui Kasat Reskrim Lahat Arif Mansyur dikonfirmasi membenarkan adanya penggerebekan oknum guru PNS yang sedang berbuat mesum dipinggir jalan. Kedua pelaku ditangkap beserta barang bukti berupa dua kondom beserta mobil Innova milik AT. “Iya benar, saat ini pelaku sedang diproses hukum, saat anggota Polsek Kikim Timur menggerebek keduanya dalam kondisi setengah bugil sambil memadu cinta,” ujarnya. Dijelaskan Arif saat ini kasusnya sedang ditangani kepolisian dan terkait Rj yang masih anak dibawah umur, tentu akan ada hukuman lain. “Untuk kasusnya sedang dilakukan penyelidikan, namun yang pasti ada ancaman pelanggaran hukum terhadap anak dibawah umur yang dilakukan AT,” imbuhnya.Menurut Ketua LPPA Lahat M Aplitara Gumay, pihaknya sangat menyayangkan ulah yang AT, terlebih lagi perbuatan itu terjadi pada bulan ramadhan dan dilakukan terhadap anak dibawah umur. Meskipun, belum ada pihak yang melaporkan namun LP3A tetap akan menuntut mengingat RJ masih dibawah umur dan berstatus pelajar SMP. “Ini kasus yang serius, kita akan bertindak tegas agar kedepan tidak ada lagi oknum guru yang memberikan contoh yang tidak baik kepada masyarakat,” ucapnya. Ketua Komisi IV Bidang pendidikan Marwan Arsiansyah menuturkan, dinas terkait harus segera melakukan tindakan tegas terhadap ulah oknum yang mesum selama bulan suci ramadhan. Apalagi saat ini pemerintah sedang gencar mencarikan solusi untuk mengurangi tindak kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur,”Kejadian ini telah mencoreng nama baik pendidikan di Lahat. Namun kita tidak mau buru-buru, kita koordinasikan dulu dengan dinas terkait akan pengakuan oknum guru tersebut,” pungkasnya. (editor Elan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here