Home HL Forum Kades Betung Ancam  Temui Presiden

Forum Kades Betung Ancam  Temui Presiden

145
0

*Terkait Rencana Pembangunan  SMKN
Laporan  Armadi

BANYUASIN, jodanews–Belum adanya tanggapan Bupati Banyuasin terkaid surat protes dari Forum Kepala Desa Kecamatan Betung tentang penundaan pembangunan SMKN Kecamatan Betung. Akhirnya  forum Ksepakat untuk menemui Presiden Republik Indonesia. Joko Widodo.
Anag Bastian, anggota Forum Kepala Desa Kecamatan Betung mengatakan,  sebelumnya  sudah ada kesempakatan bahwa lokasi paling bagus untuk  dibangun SMK itu adalah di Desa Lubuk-Karet Kecamatan Betung dan pendukungnya dari berbagai elemen.
“Kami prihatin dengan belum adanya kejelasan dari Bupati Banyuasin terkait pembangunan SMK yang batal dibangun dan di survei kemarin, namun kenyataannya nol besar malahan dibangun didaerah yang  dianggap tidak masuk akal .” ujar Kepala Desa Lubuk Karet itu, Rabu (15/6). Dikatakan, jika  belum ada juga kejelasan mengenai lokasi pembangunan SMKN itu, maka seluruh kades di Kecamatan Betung akan  menghadap Presiden Jokowi, ” tegasnya.
Sementara itu menurut salah seorang tokoh masyarakat sekaligus politis Partai Gerindra  Kecamatan Banyuasin III. Sakri (45)  mengatakan SMKN  harus tetap dibangun di Kecamatan Betung karena tim survei lapangan sudah ACC.bahwa SMKN itu dibangun di  kecamatan .Betung.
“Kalau memang pemerintah tidak sanggup. Biar kita sama-sama cari dana minta bantuan donatur, dari saya pribadi siap bantu batubata  sebanyak 5000 batang,” terangnya.
Terpisah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin. Drs. H. Umar Usman. MSi melalui salah satu Kabid,  Sadiman. SPd mengatakan perlu pihaknya  informasikan, bahwa pembangunan SMK di Betung baru tahap survei, dan tidak ada pengalihan sama sekali, apalagi desakan dari pihak lain.  Pada saat kementerian datang tujuan survei adalah Muara Telang, Tungkal Ilir, Muara Sugihan, Air Saleh. Dan sebelumnya Talang Kelapa, karena Betung tanahnya siap maka disurvei sekalian tetapi belum masuk data base kementerian karena proposalnya baru saat itu.
“Kami harap kepala desa dan masyarakat harus tahu bahwa pembangunan SMK itu masih menunggu giliran. Belajarlah dari kecamatan lain biasanya perlu waktu 1 sd 3 tahun untuk proses clear dan siap bangun. Demikian semoga dapat dipahami. terima kasih.”pungkasnya. (editor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here