Laporan : Zoel
MUARA ENIM, Jodanews-Parida (54) seorang janda yang tegar, tinggal di Desa Muara Lawai Besar Kabupaten Muara Enim, telah ditinggalkan Sehasan sang suami yang meninggal dunia 3 tahun lalu, karena sakit, kini menjadi tulang punggung untuk menghidupi kedua puteranya beserta mertua yang sudah tua. Pekerjaan sehari hari janda ini menjual sayuran keliling di pasar dengan menggunakan gerobak. Parida menceritakan kepada awak media dengan harapan agar dapat perhatian bantuan dari Pemerintahan untuk dapat membantunya menyembuhkan penyakit kedua anak laki lakinya Juli (28) yang mengidap sakit gangguan jiwa sudah 5 tahun tak kunjung sembuh, dan satunya lagi Nopri ( 22) juga mengidap penyakit yang sama, seperti kakaknya sudah 3 tahun tak kunjung sembuh. “Seandainya ALLAH mau menukarkan kesembuhan anakku dengan nyawaku, aku ikhlas asalkan demi kesembuhan anakku, seperti sama dengan anak anak yang normal. Entah apa yang mengganggu penyakit anakku ini apakah ini gangguan orang luar, ditujukan pada keluargaku atau memang ini ujian dari ALLAH.”Ungkapnya. Masih katanya, “Anakku satu lagi yang paling tua ada di Palembang, dia juga rajin membantuku. Di desa ini semua orang tahu dengan keadaan kehidupanku, yang sengsara ini, tetapi tidak aku tunjukkan pada mereka akan kesusahanku, karena aku harus bertahan hidup demi anakku dan mertuaku. “Saya berharap adanya uluran tangan kiranya dapat membantu saya, uang saya habis tak terhingga untuk mengobati anak saya, sawah pun sudah tergadai, tapi tak menemukan hasil yang sempurna yaitu kesembuhan. “Tutupnya. (Editor Jonheri)








