Laporan : Meida Sari
PALEMBANG, Jodanews – Lantaran diduga terlibat pesta narkoba jenis ekstasi, Ketua DPC Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Palembang, YF, akhirnya diamankan Anggota Polda Sumsel. YF diamankan Subdit III Ditres Narkoba Polda Sumsel, yang dipimpin langsung AKBP Syahril Musa saat berada di rumahnya di Perumahan Vila Sosial Jalan Sosial Km 5 Palembang, Minggu (19/6) dini hari. Selain mengamankan YF, petugas juga turut mengamankan empat orang rekannya yang lain. Yang diketahui, satu orang rekannya yang turut diamankan merupakan anggota polisi yang berpangkat Kompol, berinisial JI sedangkan, tiga rekannya yang lain merupakan teman perempuannya. Direktur Ditres Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Irawan David Syah saat dikonfirmasi, mengatakan, pihaknya membenarkan akan perihal penangkapan tersebut. “Saat ini, semuanya telah kita amankan di Polda Sumsel untuk diperiksa lebih lanjut,” jelasnya saat ditemui di Polda Sumsel, Senin (20/6).
Selain itu, dikatakan Irawan, pihaknya juga telah kembali mendatangi lokasi penggrebekan yang diketahui merupakan rumah milik YF. “Kita lakukan olah TKP termasuk juga memasang garis polisi serta mengamankan barang bukti berupa loudspeaker dan juga laptop yang digunakan untuk alatnya dalam pesta ekstasi tersebut,” terangnya. Bahkan, dikatakan Irawan, pihaknya juga turut mengamankan seragam anggota polisi. Dalam seragam tersebut tampak pada bagian pangkat tertempel sebuah logo melati satu (Kompol) sedangkan, pada nama tertera JI. “Iya satu orang memang merupakan anggota polisi yang berpangkat Kompol dengan inisial JI. Saat ini, semuanya sudah kita amankan,” ungkapnya. Penggerebekan ini sendiri, masih dikatakan Irawan, dilakukan setelah menindaklanjuti laporan masyarakat yang menyatakan jika di rumah tersebut sering digunakan untuk melakukan pesta narkoba disertai suara musik yang keras. Sementara itu, seorang penunggu di rumah tersebut mengatakan, di rumah tersebut hanya digunakan untuk singgah. “Pak YF hanya singgah saja di sini dan tidak pernah menginap, dia pulang ke Kampus,” jelasnya saat ditemui di lokasi. Terkait penggrebekan tersebut serta apakah mengetahui perihal yang dilakukan YF beserta keempat rekannya, dikatakannya, ia tidak mengetahuinya.”Saya hanya menunggu saja, jadi saya tidak tahu apa yang dilakukan,” terangnya. Dia juga menyampaikan, di rumah yang ia tunggu tersebut juga digunakan sebagai kantor CV serta kosan. “Di sebelah untuk kantor, bapak punya kantor CV yang bergerak dalam pengadaan alat kesehatan serta komputer sedangkan, yang di atas di koskan,” ungkapnya. (Editor Jonheri)








