Home HL Scanning LJUN SMA Selesai Lebih Awal

Scanning LJUN SMA Selesai Lebih Awal

192
0

[quote]Laporan : abiyasa[/quote]

PALEMBANG, jodanews – Proses scanning atau pemindaian Lembar Jawaban Komputer Ujian Nasional (LJKUN) tingkat SMA dipastikan selesai lebih awal dari waktu yang ditentukan pemerintah pusat yaitu pada 21 April. Saat ini, panitia tengah menyusun soft copy untuk dikirimkan ke Jakarta.

“Untuk proses scanning Sumsel sendiri tidak ada kendala, sehingga rampungnya pun lebih cepat, sesuai dengan target kami, paling lama itu 10 hari pengerjaan scanning. Mengingat target dari pemerintah pusat pada 21 April mendatang, secara keseluruhan proses scanning sendiri tidak ada masalah semuanya berjalan dengan lancar,” kata, koordinator pemindaian LJKUN Sumsel, Saparudin PhD.

Ia menjelaskan, pihaknya saat ini sedang melakukan pendataan ulang dengan membuat berita acara kalau semuanya sudah maka LJKUN akan kirimkan langsung. “Sebenarnya Senin (18/4) akan kami kirim ke Jakarta, tetapi ketua scanning Sumsel masih berada diluar kota maka tertunda sehari pengiriman soft copy LJKUN,” ujarnya.

Lebih lanjut, Safarudin menjelaskan, pihaknya sempat berpikiran bahwa proses scanning akan menghadapi kendala masalah kertas yang tidak sesuai dengan mesin scanning seperti yang dialami tahun lalu. Tetapi setelah berjalannya proses scanning kekhawatiran tersebut tidak terjadi mengingat khusus tahun ini kertas yang digunakan sangat bagus sesuai dengan mesin yang ada. Oleh sebab itu tidak ada kendala, ada dan bisa selesaai tetap waktu. “Kalau tahun lalu itu kami harus mengulanginya beberapa kali, karena kualitas kertas yang digunakan tidak sesuai dengan mesin scanning. Tetapi tahun ini tidak ada kendala masalah kertas, sehingga kami dapat meyelesaikannya lebih cepat. Hanya saja ada beberapa LJKUN tidak terbaca oleh scaning oleh karena siswa kurang hitam mengisinya. Itu pun hanya di biodata saja,” ujarnya.

Ia menambahkan, proses scanning sendiri lebih cepat tersebut salah satunya selain lancar juga terbantu dengan adanya sekolah yang sudah menggelar Ujian Nasional berbasis komputer. Paling tidak se-Sumsel kurang lebih ada 10 ribu LJKUN berkurang dari tahun sebelumnya. Hal tersebut juga membuat proses scanning lebih cepat. “Dengan banyaknya sekolah yang menggunakan sistem komputer otomatis tidak lagi harus dilakukan scanning, karena itu proses scanning lebih cepat rampungnya,” paparnya.

Sebenarnya, selama proses labling dan scanning pihaknya menemukan adanya peserta UN yang salah menggunakan LJUN (tertukar) di kabupaten OKU timur. “Itu terjadi di dua kelas, satu kelas jurusan IPA dan Satu kelas jurusan IPS. Masing-masing kelas berisi 20 siswa. LJUN yang seharusnya untuk anak IPA malah digunakan anak Ips dan sebaliknya. Tetapi masalah tersebut teratasi dengan cepat oleh petugas,” katanya.

Terkait temuan tersebut pihaknya sudah melapor ke pusat dalam hal ini Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP). “Tetap discan dan nanti dibuat berita acara. Ketika di Jakarta nanti tim pusat sendiri yang akan melakukan penilaian dan validasi (pembaharuan) ulang pastinya, sebab hal ini Sesuai arahan dan petunjuk tetap dilakukan scanning kemudian hasilnya dilaporkan ke pusat beserta berita acaranya,” pungkasnya. (editor:asep)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here