Home HL Pemotongan Dana BSM/PIP SMPN 2 Lempuing Dipertanyakan

Pemotongan Dana BSM/PIP SMPN 2 Lempuing Dipertanyakan

190
0

Laporan : Ediman Gebuk

KAYUAGUNG, Jodanews-Wali Siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Lempuing Desa Sumber Agung Kecamatan Lempuing Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mempertanyakan masalah pemotongan dana Bantuan Siswa Miskin/Program Indonesia Pintar (PIP), yang dilakukan pihak sekolah untuk membuat lapangan Volly dan kursi.
Wali Siswa Matjahri dan Dalom mengatakan, “Bantuan ini kan murni untuk siswa penerima ? kog harus ada pemotongan 200-300 ribu ? Anehnya lagi hasil pemotongan tersebut digunakan untuk pembangunan lapangan Volli, Kursi? Apa harus dengan pemotongan uang siswa itu? Tak masuk akal pemotongan dana bantuan BSM/PIP penerima (siswa) sebesar 200-300 ribu,”katanya.
Masih menurut Matjahri, “diduga ada kepentingan tersendiri oleh pihak sekolah dengan dalil sudah ada kesepakatan, padahal Kami tidak pernah dipanggil masalah BSM,PIP cukup di anak-anak tidak ada musyawarah yang melibatkan Wali Siswa,”jelasnya.

Lebih lanjut dia menguraikan untuk kelas VII ,setiap siswa penerima berhak mendapatkan Rp 375.000, dan Kelas VIII 450 ribu juga kelas IX 750 ribu sebanyak 200 siswa . “ Jadi total dana hasil pemotongan yang harus masuk kas sekolah sebesar Rp 80 jutaan Ini uang murni untuk para siswa tapi kenapa harus dipotong untuk keperluan sekolah yang seharusnya menggunakan anggaran sekolah lainnya? Lagi pulah soal bangunan minta bantu kepada Pemda OKI melalui Usulan ke diknas, “ujar kedua Wali Siswa.

Sementara menurut ketika konfirmasi ke Kepala sekolah Warsito SPd , Jum’at (15/4) tidak ada di tempat, yang berhasil dikonfirmasi wartawan Jodanews.com Wakil Kepala Sekolah Armada Mengakui Ia adalah Pengurus BSM atau Program indonesia pintar (PIP) tahun 2016. “Tim untuk BSM/PIP adalah Kepala Warsito Kepala Sekolah, saya sendiri, Ibu yani, soal dananya Kepala sekolah yang pegang,”jelas Armada. Masih menurut Armada, “ Benar pak Kelas 1 dan 2 diambil Rp 200 ribu, kegunaanya untuk lapangan Volli dan kursi, Kemudian Kelas III Rp 300 ribu untuk uang Les , untuk perpisahan, yang mendapat dana tersebut sebanyak 200 siswa,” ujar Armada.
Ditempat terpisah Warsito SPd Kepsek SMPN 2 Lempuing berhasil dihubungi melalui Handphonenya mengatakan, “tolong jangan diterbitkan di Koran Karena saya tidak tahu, yang saya tahu siswa-siswa itu sumbangan,” kata Kepsek. Menangapi Kasus tersebut LSM TIPFIKOR akan melaporkan masalah ini ke Polres OKI karena ini sudah di duga pungli dan Korupsi pihaknya sudah lengkap data. (Editor Jonheri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here