Home HL Lagi, Pasien DBD di OKI Meninggal

Lagi, Pasien DBD di OKI Meninggal

169
0

Laporan :Ediman Gebuk

KAYUAGUNG, jodanews – Korban meninggal dunia akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten OKI terus berjatuhan. Terbaru, Tama Atmajaya (4) warga Desa Pampangan Kecamatan Pampangan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).  Bocah ini meninggal setelah sempat mendapatkan perawatan sekitar tiga jam di RSUD Kayu Agung.

Informasinya, sebelum dibawa ke RSUD Kayu Agung, korban sempat dibawa Susana (ibunya) ke Puskesmas Pampangan pada Senin (11/4) sekitar pukul 19.30 Wib. Karena kondisi pasien yang terus memburuk,  pagi harinya pihak Puskesmas langsung merujuk korban ke RSUD Kayu Agung.

Selanjutnya, pasien langsung ditangani dr Mirna selaku dokter spesialis anak di ruang rawat inap anak RSUD Kayuagung. Upaya maksimal pun dilakukan pihak Rumah Sakit dengan memberikan infus pada pasien. Namun, setelah menjalani perawatan intensif selama hampir 3 jam, akhirnya korban menghembuskan nafas terakhirnya.

“Memang pasien Tama Atmajaya, merupakan rujukan dari Puskesmas Pampangan. Namun meninggalnya di Rumah Sakit Kayuagung. Saat datang ke puskesmas memang kondisinya sudah agak gawat, sehingga kami rujuk ke RSUD Kayuagung,” ujar Kepala Puskesmas Pampangan, Kartubi pada wartawan.

Menurutnya, pasien ini datang ke Puskesmas Pampangan pada, Senin (11/4) sekitar pukul 19.30, pagi harinya atau Selasa (12/4) langsung dirujuk ke RSUD Kayuagung. “Hasil pemeriksaan kami memang pasien ini suspect DBD, artinya ada gejala penyakit demam berdarah. Namun kami tidak tahu dia meninggal itu apakah benar akibat DBD, karena harus menjalani uji lab, untuk hal ini, pihak RSUD Kayuagung yang lebih paham,” terangnya.

Dikatakannya, selama Maret 2016, ada 11 orang pasien yang dirawat dengan indikasi suspect DBD. “Setiap pasien ini memang ada indikasi DBD. Namun kami tidak bisa menyimpulkan apakah itu memang penyakit DBD. Selama ini belum ada yang kondisinya seburuk pasien Tama, setelah kita rawat bisa pulang,” tukasnya.

Direktur RSUD Kayuagung dr H Dedi Sumantri pihaknya dokter telah upaya secara maksimal, namun memang takdir berkata lain. “Kondisi pasien saat masuk UGD RSUD Kayuagung memang sudah sangat lemah. Menurut informasi warga disana, pasien Tama ini sudah sejak, Minggu (10/4) malam di rawat di Puskesmas Pampangan, tapi baru masuk UGD pada, Selasa (12/4) pukul 11.30. Jadi memang terlambat, sehingga masa kritis penyakit DBD ini tidak bisa kita atasi,” tutur Dedi.

Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Kayuagung Fuad, Pasien Tama ini saat masuk UGD memang kondisi sudah cukup buruk. Saat kita rawat di Sal Anak, dr Mirna langsung memberikan upaya maksimal, pasien juga diberi infus. Bahkan, dokter yang menangangani juga mempunyai firasat buruk, sehingga sempat meminta pihak keluarga agar tetap mendampingi pasien.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKI, HM Lubis MKes melalui Kabid P2PL, Ubaidilah SKM mengaku, belum mendapatkan laporan terkait adanya warga Pampangan yang meninggal akibat DBD. “Kita belum tau informasinya, karena beberapa bulan terakhir ini tidak terjadi gejolak. Tapi kami akan segera turun ke lapangan untuk menghindari penyebaran wabah DBD disana,” katanya.

Sementara itu, Pemerhati masalah sosial, Leksono mengemukakan, kematian anak lantaran terserang penyakit DBD merupakan pukulan telak bagi Dinas Kesehatan OKI.

Menurutnya, setelah beberapa waktu yang lalu, lembaga kesehatan negara ini memastikan jumlah pasien DBD cenderung menurun, akan tetapi, pada kenyataannya, untuk tingkat Kecamatan hingga Desa, pemberantasan DBD ini sendiri masih belum tuntas,”Jika Kita simak, Kepala Puskesmas Pampangan pun mengakui jika sebelumnya terdapat belasan orang yang terindikasi DBD. Yang menarik yakni, sebelumnya Dinkes OKI klaim sudah memberikan jaminan kesehatan melalui berbagai penyuluhan, termasuk juga difungsikannya Poskesdes yang memberikan penyuluhan dan lainnya. Akan tetapi, kenyataan dilapangan berbeda. Dalam hal ini, Dinkes kecolongan dalam mencegah penyakit DBD,” katanya. (Editor : Asep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here