Home HL Pelajar SMAN 10 Palembang, Ditemukan Tewas Mengapung Disungai

Pelajar SMAN 10 Palembang, Ditemukan Tewas Mengapung Disungai

135
0

#Diduga Tewa Bunuh Diri
Laporan Meyda Sari

PALEMBANG, Jodanews.com  – Dison dan Nia yang merupakan orang tua dari korban yang bunuh diri di Jembatan Ampera Palembang, nampak sangat terpukul. Keduanya kaget saat mengetahui anaknya, Eni Yulansari ditemukan sudah meninggal dunia.

Kabar duka tersebut sampai ke telinganya tadi pagi. Begitu mendapat kabar keduanya langsung berangkat ke Palembang untuk menjemput anak sulungnya tersebut.

Nia ibu dari Eni memilih bungkam saat ditanya, matanya hanya berkaca-kaca memandang jauh nasib anaknya tersebut. Sedangkan Dison masih sempat berkomunikasi dan membenarkan jika jenazah tersebut memang benar anaknya.

“Iya dia di Palembang bersekolah di Sma 10, saya nggak tau dia ada masalah apa. Nggak pernah cerita juga kalau ada masalah. Dia di Palembang baru 6 bulan,” ujar Dison, Kamis (10/1/2019)

Kesaksian lainnya diungkapkan oleh Erika Wali kelas dari Eni di Sma 10 saat mengecek jenazah muridnya tersebut. Tangis pun pecah usai Erika keluar dari ruang forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. Dirinya tidak kuasa membendung air mata usai diizinkan mengecek langsung ke dalam ruang forensik.

Usai tenang, Erika baru dapat memberikan kesaksian mengenai muridnya tersebut. Menurutnya, Eni merupakan salah satu anak yang baik, dan tidak banyak ulah dikelas. Dirinya juga aktif dalam pembelajaran maupun dalam kegiatan sekolah.

“Anaknya baik, tidak neko-neko. Anaknya cantik, punya lesung pipi juga. Jadi pernah saya bilang, kalau kamu ini mirip anak saya, ada lesung pipit. Dia senyum dan bilang masa bu. Karena dia ini dari Muara Dua, saya bilang kamu harus bener-bener sekolahnya. Eni ini anak Paskib dia dikelas X IIS 4,” ungkap Erika.

Sementara Mauladi, bapak kosan korban mengakui bahwa berapa hari lalu korban sempat murung dan sempat ditemukan surat dari korban di Kotak Sampah di depan kosan.

“Isi suratnya itu Aku tidak betah lagi, cuma itu yang saya baca. Soalnya suratnya pake bahasa Komering. Suratnya ada dua satu di kotak sampah satunya lagi di temannya,” ujar Mauladi.

Lanjut Mauladi, Eni pergi dari kosan sekitar pukul 5 sore diantarkan oleh teman satu kosannya. Setelah itu dia naik grab ke Ampera, tapi saya nggak tau apakah dia melompat atau bagaimana.

“Eni ini baru juga dikosan saya sekitar 6 bulan dia kan murid baru di sma X. Pagi dia sekolah, nah sorenya dia pergi lagi usai pulang sekolah. Mungkin ke Ampera itu,” Ujar pemilik Kosan Hasan HS, Kecamatan IB 1 Palembang.

Sementara, Kasatpolair Polresta Palembang, Komisaris Yudho Winarno membenarkan telah terjadi penemuan seorang mayat perempuan bernama Eni Yulansari. Saat ditemukan korban masih menggunakan baju bertuliskan SMA 10 Palembang.

“Korban ditemukan sekitar pukul 08.30 WIB di dermaga perairan 1 ilir. Korban dibawa ke RS Bhayangkara untuk diperiksa. Dugaan korban bunuh diri dengam melompat dari atas Jembatan Ampera,” jelasnya.

Untuk diketahui kedua orang tua Eni Yulansari akan membawa anak sulungnya tersebut langsung ke kampung halaman untuk segera dimakamkan. (Editor Jon Heri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here