Laporan Meyda Sari
PALEMBANG, Jodanews.com -Warga di Jalan Air Saleh Komplek PU Sukamaju RT 12 RW 05 Sukamaju Sako Palembang mendadak heboh lantaran melihat rumah milik Rosada mengalami kebakaran, Selasa (8/1/2019).
Kebakaran yang terjadi di rumah milik Rosada terjadi diduga karena korsleting listrik di lantai satu. Dari insibi mengeluarkan percikan api dan menyambar ke baju yang di pajang diwarung. Karna itu Api langsung membesar dan membakar seisi rumah.
“Tadi anaknya Rori (30) sempat panik, karena kepanikannya itu Rori mengalami luka bakar di bagian tangan karena berupaya mengeluarkan barang dari rumah dan sekarang sudah di bawa kerumah sakit,” ujar tetangga korban Faisal (35).
Kebakaran yang terjadi di rumah Rosada, membuat barang berharga miliknya tak dapat diselamatkan lagi. Terutama barang-barang yang berada di lantai satu dan dua semua hangus terbakar.
Sementara Ketua RT 12 Didi Sukendar (36) menuturkan, kejadian sekitar pukul 14.30 Wib. Warga yang mengetahui kejadian tersebut berupaya memadamkan api dengan alat seadaanya sebelum empat mobil damkar tiba di lokasi.
“Ada empat orang yang ada didalam rumah itu saat kejadian. Yakni Rosada, Erik (keponakan), Rori (anak) dan istrinya Kalau dari informasi warga, kebakaran karena diakibatkan konsleting listrik,” katanya.
Disisi lain Erik yang merupakan keponakan korban, mengatakan saat kebakaran dirinya berada di atas. mengetahui rumahnya ada api Erik pun langsung bergegas turun untuk menyelamatkan diri
“Api itu berasal dari korsleting listrik dri lantai bawah. dibawah itu buka warung manisan selain itu juga jual baju. Saat kebakaran barang-barang tidak dapat terselamatkan lagi. dari atas ada terdengar suara ledakan seperti percon,”Ujarnya saat dilokosi.
Sementara Kapolsek Sako Palembang. Akp Yuda membenarkan telah terjadi kebakaran satu unit rumah di Jalan Air Saleh Komplek PU Sukamaju Palembang, Anggota piket sudah mendatangi lokasi kejadian dan mngambil keterangan dari saksi.
” Anggota piket Spk sudah mendatangi lokasi kejdian. dalam kebakaran itu tidak ada korban jiwa. Namun kerugian ditafsir mencapai Rp 800 juta, jelasnya. (Editor Jonheri)








