Laporan Meyda Sari
PALEMBANG, Jodanews.com – Workshop penguatan tim media sosial dan media online edukasi bicara baik dan bijak bermedia sosial oleh Divisi Humas Polri di wilayah hukum Polda Sumsel, digelar selama dua hari di Hotel Grand Zuri, Jalan Rajawali Palembang. Selasa (27/11/2018).
Acara Workshop pun di buka langsung oleh Kapolda Sumsel yang diwakili Wakapolda Sumsel, Brigjen Pol Drs. Bimo Anggoro Seno, Acara ini pun
dihadiri para pejabat Divisi Humas Polri, Kapolda Sumsel yang di wakili Wakapolda, Jajaran Polda Sumsel, Jajaran Polresta Palembang, Polres-polres dan Polsek beserta jajaran.
karena Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sudah menjadi suatu keharusan yang harus diimbangi dengan strategi.
Wakapolda Sumatera Selatan Brigjen Pol Drs. Bimo Anggoro Seno, saat menyampaikan kata sambutannya mengatakan bahwa perkembangan teknologi informasi ini memiliki dampak yang akan menjadi pemicu terhadap situasi dan kondisi keamanan khususnya di wilayah Polda Sumatera Selatan.
” Melalui momen ini, marilah kita bersama-sama menjadi pelopor menggunakan media sosial yang baik dan bijak dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Wakapolda Sumsel.
Usai acara dibuka Wakapolda, Kabagpensat Ropenmas Divisi Humas Polri Kombes Pol Drs. Yusri Yunus, mengatakan bahwa Divisi Humas Polri khususnya biro multimedia sangat diperlukan dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi. Penguatan tim media sosial sangat dibutuhkan dalam rangka menjaga sentimen positif terhadap pembangunan dan kehidupan.
” Untuk itu diperlukan sinergitas yang baik antara humas di satuan kewilayahan dengan humas di tingkat Mabes Polri. Serta keikutsertaan warganet untuk memberikan partisipasi positif di dunia maya,”ucap Yusri.
Biro multimedia dibentuk tanggal 22 Februari 2017 dengan tugas pokok mengelola medsos dengan cara menyampaikan pesan-pesan, memonitor dan patroli di media sosial terhadap akun-akun negatif. Dengan menyaring, memilah, menganalisis, dan melakukan klarifikasi terhadap pemberitaan yang tidak benar yang berisi hoax, fitnah, ujaran kebencian yang menjurus kepada agitasi, provokasi, dan propaganda.
Adapun tujuan dibentuknya biro multimedia untuk menyikapi kemajuan teknologi informasi dan fenomena pemanfaatan medsos yang berdampak pada masyarakat.
” Terkait situasi tersebut, Polri mengedepankan fungsi humas guna menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif,” pungkasnya. (Editor Jon Heri)








