Home HL Jatanras Polda Sumsel, Gelar Rekontruksi Pembunuhan Sopir Taksol

Jatanras Polda Sumsel, Gelar Rekontruksi Pembunuhan Sopir Taksol

150
0

Laporan Meyda Sari

PALEMBANG, Jodanews.com – Setelah terungkapnya kasus perampokan yang disertai pembunuhan terhadap korban sopir taksi online (taksol) Sofyan (43) dan berhasil mengamankan tiga pelaku. Akhirnya Kasudbit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel Gelar rekontruksi di lapangan tembak Polda Sumsel, Selasa (20/11/2018)

Diketahui sebelum korban meninggal, terlebih dahulu Sofyan dicekik hingga tak bergerak dan korban pun sempat berteriak minta ampun kepada para tersangka. Bahkan empat pelaku malah kembali mengeksekusi korban di bangku tengah mobil.

Hal tersebut dapat terungkap setelah dilakukan rekontruksi. pembunuhan itu terlihat dari sejumlah adegan rekontruksi yang digelar penyidik Jatanras Ditreskrimum Polda di lapangan tembak Mapolda Sumsel.

“Setelah dicekik itu, sopir korban Sofyan kami tarik ke belakang yakni dibangku tengah mobil. Kemudian kepala dan lehernya diinjak-injak oleh Ridho biar mati. Memang sopir itu pingsan dan berteriak minta ampun,” ujar Acundra alias Acun (21), salah satu tersangka yang menjalani rekontruksi.

Sebanyak 18 adegan rekontruksi yang diperagakan kedua tersangka yakni tersangka Franata Ariwibowo alias Frans (16) dan Acun. Untuk tersangka lainnya yakni tersangka Riduan alias Ridho (42), diperankan anggota Jatanras dikarenakan tersangka Ridho masih menjalani perawatan medis akibat luka tembak pada kedua kakinya.

Begitu juga dengan tersangka Akbar (33) yang kini masih buron, diperankan anggota Jatanras yang adegan perannya berdasarkan keterangan dari ketiga tersangka.

Rekontruksi pembunuhan terhadap korban sopir taksol sendiri dipimpin langsung oleh Kasubdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel AKBP Yudhi Suhariyadi.

Selama menjalani adegan rekontruksi, kedua tersangka Frans dan Acun dijalani berdasarkan keterangannya kepada petugas penyidik. Adegan rekontruksi berawal dari empat pelaku yang memesan Grabcar menggunakan aplikasi orang lain.

Kemudian dilanjutkan empat kawanan pelaku naik ke mobil korban yang posisinya tersangka Akbar duduk disebelah korban, dan ketiga tersangka lainnya duduk di bangku tengah mobil belakang korban.

Pada adegan ke 10, tersangka Acun langsung mencekik leher korban dari belakang. Kemudian ketiga tersangka lainnya memegangi tangan dan kaki korban. Adegan selanjutnya, korban ditarik ke bangku tengah. dan kemudian tersangka Akbar berpindah posisi untuk mengambil kendali setir mobil.

Kemudian adegan selanjutnya yang kondisi korban yang tak berdaya dan sempat berteriak minta ampun, korban diletakkan di lantai mobil bangku tengah. Tampak adegan selanjutnya, ketiga pelaku menginjak-injak kepala dan leher korban yang bertujuan untuk memastikan korban meninggal dunia.

“Sopir itu mati di dalam mobil. Memang sopir itu kami lihat cuma pingsan. Untuk memastikan biar mati, kepala dan leher sopir itu diinjak-injak biar mati. Yang sering menginjak sopir itu Ridho kalau posisinya di dalam mobil,” ujar Acun dan Frans yang tampak pasrah selama jalannya rekontruksi.

Kemudian di adegan 16, 17, dan 18, empat pelaku kemudian membawa mayat korban keluar mobil. Lalu mayat korban digotong dan dibuang di semak-semak yang ada lobangnya.

“Ini (rekontruksi) untuk melengkapi berkas dan menyesuaikan dengan keterangan dari para tersangka. walaupun libur tetap kita selesaikan berkasnya, karena ada yang di bawah umur,” ujar Kasubdit III Jatantas, AKBP Yudhi Suhariyadi, yang enggan berkomentar panjang lebar terkait jalannya rekontruksi. (Editor Jon Heri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here