Laporan Abiyasa / Pendim 0734/Yka
YOGYAKARTA, Jodanews.com – Menjelang Hari raya Idul Fitri kebutuhan ekonomi akan semakin meningkat mengingat banyaknya kebutuhan pokok yang mau tidak mau harus terpenuhi bagi kalangan masyarakat tidak mampu, terlebih lagi momen lebaran harga-harga kebutuhan pokok akan cenderung naik dari harga sebelumnya, untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat khususnya diwilayah Kec. Gondomanan, Korem 072/Pamungkas dan Klenteng Fuk ling miau Menggelar Bhakti Sosial Pembagian Sembako yang ditujukan bagi 1800 orang warga yang kurang mampu disekitaran Klenteng Fuk ling miau, Sabtu (9/6)
Berbagi adalah perbuatan mulia. Dan semangat berbagi harus ditularkan dan terus dipelihara demi membantu masyarakat kurang mampu. Seperti yang dilakukan Klenteng Fuk Ling Miau atau Klenteng Gondomanan.
Klenteng di pusat Kota Yogyakarta itu membagikan ribuan paket sembako kepada masyarakat kurang mampu, Kegiatan dihadiri Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Muhammad Zamroni.
Menurut Brigjen Muhammad Zamroni, yang ingin ditonjolkan dari kegiatan itu adalah semangat berbagi. Semangat berbagi merupakan penekanan dari Presiden RI Joko Widodo pada peringatan Hari Harir Pancasila.
“Presiden ingin bangsa ini terus menumbuhkan semangat berbagi. Apalagi ini Bulan Ramadhan, klenteng menunjukkan semangat berbagi. Jelas bahwa semangat berbagi itu ada di semua agama dan ada di semua suku bangsa,” terang Danrem.
Kegiatan berbagi sembako, kata Danrem, bukan dilakukan untuk riya atau pamer. Namun, semangat berbagi itu harus terus disosialisasikan kepada masyarakat. Semangat berbagi harus tumbuh subur di tengah masyarakat untuk membantu meringankan beban masyarakat kurang mampu.
Ketua Klenteng Fuk Ling Miau, Angling Widjaya mengatakan, pembagian sembako kepada masyarakat kurang mampu rutin dilakukan setiap tahun. Sejauh ini, kegiatan sosial itu sudah berjalan lima kali dan selalu dilakukan menjelang hari raya Idul Fitri.
“Sekarang ini ada 1.800 paket yang disiapkan, belum termasuk paket lain yang diberikan bagi mereka yang belum terdata. Pengalaman tahun sebelumnya bisa mencapai 200-an,” katanya.
Paket bantuan sembako dibagikan kepada masyarakat kurang mampu seperti tukang becak, tukang sampah, tukang parkir, hingga buruh gendong yang tersebar di DIY. “Kami tidak membeda-bedakan. Yang penting harus ada kebersamaan. Bagi kami sebuah kepuasan batin ketika bisa berbagi,” paparnya. (Editor Jon Heri)








